Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

India Tuding Pakistan Bantu Militan Masuk ke Kashmir

Suasana di Kashmir masih tegang setelah Pemerintah India mencabut status khusus yang disematkan ke wilayah tersebut sejak 1947.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  01:21 WIB
Aparat keamanan India berjaga di dekat kawat berduri yang dijadikan blokade jalan setelah Pemerintah India mencabut status khusus atas Kashmir di Srinagar, India, Rabu (7/8/2019). - Reuters/Danish Ismail
Aparat keamanan India berjaga di dekat kawat berduri yang dijadikan blokade jalan setelah Pemerintah India mencabut status khusus atas Kashmir di Srinagar, India, Rabu (7/8/2019). - Reuters/Danish Ismail

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah India menuding kelompok militan Pakistan mencoba masuk ke wilayah Kashmir yang dikontrol New Delhi untuk memanaskan suasana.
 
Kantor berita ANI, seperti dilansir Reuters, Rabu (14/8/2019), melaporkan kelompok militan itu diduga mendapat dukungan dari militer Pakistan. Seorang pejabat militer India yang tidak disebutkan namanya menyampaikan bahwa ada upaya signifikan untuk masuk ke kawasan tersebut oleh kelompok militan yang mendapat tembakan perlindungan dari arah pos jaga Pakistan.
 
Terkait hal ini, pihak militer Pakistan belum memberikan tanggapan.
 
Suasana di Kashmir masih tegang setelah Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mencabut status khusus yang disematkan kepada negara bagian paling utara India itu pada Senin (5/8). 
 
Selama ini, status khusus yang dimiliki Kashmir sejak 1947, membuatnya semi otonom, dengan pemerintahan, aturan, dan bahkan bendera sendiri. Beberapa regulasi pemerintah pusat yang berlaku di Kashmir di antaranya adalah yang terkait keamanan nasional.
 
Kashmir, yang didominasi warga Muslim, juga menjadi objek konflik antara India dan Pakistan. Kedua negara sama-sama mengklaim berhak atas wilayah itu dan sekarang masing-masing menguasai separuh kawasan tersebut. Kashmir juga berbatasan langsung dengan China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india pakistan

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top