Cincin Baja Raksasa Hiasi Jalan Raya Belgia-Prancis

Para pengemudi dan masyarakat yang melewati jalan raya Belgia-Prancis akan dapat menikmati instalasi seni raksasa dengan gratis.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  19:34 WIB
Cincin Baja Raksasa Hiasi Jalan Raya Belgia-Prancis
Para pekerja memasang bagian terakhir dari Arc Majeur, sebuah karya setinggi 60 meter yang didesain seniman Prancis Bernar Venet dan dipasang di jalan tol E411 di Lavaux-Sainte-Anne, Belgia, Selasa (13/8/2019). - Reuters/Francois Lenoir

Bisnis.com, JAKARTA -- Instalasi baja setengah lingkaran setinggi 60 meter yang terlihat dari kejauhan seperti cincin menjulang, sukses membuat para pengemudi yang melakukan tur wisata dari Belgia ke Prancis terperangah.

Instalasi ini dirancang oleh seniman konseptual Prancis Bernar Venet dan dinamakan L'Arc Majeur. Patung besar itu dipasang di Lavaux-Sainte-Anne, sebuah kota kecil di sepanjang jalan raya 411 yang sibuk, pada Selasa (13/8/2019).

"Hari ini kami memasang, apa yang semua orang setuju untuk mengatakan, patung terbesar di dunia," ujar Venet, seperti dilansir Reuters, Rabu (14/8).

Namun, dia berharap makna artistik lengkungan ini dapat diartikan lebih daripada ukurannya yang besar.

"Persepsi pengemudi adalah yang paling penting. Karena warna baja alami setelah oksidasi terlihat sangat spektakuler saat matahari terbenam," lanjut Venet, menyebut proyek tersebut merupakan realisasi dari mimpi selama 35 tahun.

Awalnya, dia ingin memasang patung yang terbuat dari 200 ton baja dan 2.800 ton beton itu di Prancis. Tetapi, rencana itu menemui berbagai kendala dan akhirnya diputuskan dipasang di Belgia, negara tetangga Prancis.

"[Sebanyak] 200 pertemuan dengan Prancis dan [instalasi ini] tidak berhasil selama bertahun-tahun. Satu pekan pembicaraan di Belgia dan itu selesai," ungkap Venet.

Venet adalah penerima Penghargaan Lifetime Achievement Center Sculpture International dalam Penghargaan Patung Kontemporer pada 2016.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prancis, seni rupa

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top