Hikmah di Balik Kalut Bandara Hong Kong

Lumpuhnya layanan penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong akibat aksi unjuk rasa membawa hikmah bagi bandar udara di China daratan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  16:41 WIB
Hikmah di Balik Kalut Bandara Hong Kong
Suasana Bandara Hong Kong, Selasa (13/8/2019), setelah kemarin diduduki demonstran dan ditutup untuk penerbangan. Hari ini bandara itu kembali dibuka untuk "air operations". Beberapa penumpang yang hendak check in dan beberapa lainnya menunggu jadwal ulang penerbangan di counter Cathay Pacific./JIBIBisnis - Arif Budisusilo

Bisnis.com, JAKARTA – Lumpuhnya layanan penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong akibat aksi unjuk rasa membawa hikmah bagi bandar udara di China daratan.

Berdasarkan data Bloomberg, saham Shenzhen Airport Co. melonjak dengan batas harian 10 persen, sedangkan saham Guangzhou Baiyun International Airport Co. naik 4,5 persen ke rekor level tertingginya.

Kedua saham bandar udara China tersebut juga naik pada perdagangan Senin (12/8/2019), ketika ribuan orang melancarkan unjuk rasa dan mengepung Hong Kong International Airport. Operasional bandara ini lumpuh dan layanan penerbangan dibatalkan.

Saham maskapai utama Hong Kong, Cathay Pacific Airways Ltd., yang telah menghadapi tekanan otoritas China, memperpanjang penurunannya untuk berakhir di level terendah sejak April 2009 pada perdagangan Selasa (13/8/2019).

Pekan lalu, Cathay Pacific, salah satu brand paling ternama di Hong Kong, mendapat kecaman dari media Pemerintah China setelah sejumlah karyawannya diketahui ambil bagian dalam demonstrasi yang mengakibatkan pembatalan ratusan penerbangan.

Tindakan karyawan Cathay mendorong Global Times, sebuah makalah nasionalis yang diterbitkan oleh Partai Komunis, untuk memperingatkan bahwa perusahaan ini akan "membayar konsekuensi yang menyakitkan”.

Kemudian pada Jumat (9/8/2019), Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) meningkatkan tekanan dengan mengeluarkan tuntutan kepada maskapai ini.

Salah satu tuntutannya adalah melarang karyawan yang mendukung atau bergabung dengan demonstrasi di Hong Kong baru-baru ini, masuk dalam susunan awak pesawat yang terbang ke China daratan.

Menurut perusahaan sekuritas Citic Securities Co., maskapai penerbangan internasional dapat mengevaluasi kembali peran Hong Kong sebagai pusat internasional dan layanan penerbangan di bandaranya.

“Ini akan membantu Shenzhen memantapkan dirinya sebagai pusat dalam jangka panjang,” tulis analis Liu Zheng dan Hu Shimin dalam sebuah riset, seperti dilansir dari Bloomberg.

Sementara itu, analis ICBC International Research Ltd. Zhao Dongchen memberi rekomendasi ‘strong sell’ pada saham Cathay dan memperingatkan "kerugian permanen" pada brand maskapai ini.

Pada Senin (12/8/2019) malam, CAAC menyatakan pihaknya meningkatkan kapasitas transportasi di bandara-bandara wilayah Guangdong-Hong Kong-Makau untuk mendukung perjalanan antara daratan China dan Hong Kong.

“China Southern Airlines Co. dan Air China Ltd. juga dapat memperoleh manfaat karena sebagian penumpang beralih dari Hong Kong ke Guangzhou dan Shenzhen,” imbuh Liu dan Hu. Kedua maskapai tersebut adalah operator terbesar dalam hal penerbangan mingguan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hong kong

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top