Korea Selatan Down Grade Status Perdagangan dengan Jepang

Dalam perkembangan terbaru terkait perseteruan yang terjadi antara Korea Selatan dan Jepang, Seoul menurunkan peringkat Jepang dari daftar mitra dagangnya yang paling terpercaya.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  10:58 WIB
Korea Selatan Down Grade Status Perdagangan dengan Jepang
Warga Korea Selatan mengadakan unjuk rasa anti-Jepang di dekat kedutaan besar Jepang di Seoul, Korea Selatan, 3 Agustus 2019. - Reuters/Kim Hong/Ji

Bisnis.com, JAKARTA -- Dalam perkembangan terbaru terkait perseteruan yang terjadi antara Korea Selatan dan Jepang, Seoul menurunkan peringkat Jepang dari daftar mitra dagangnya yang paling terpercaya.

Pada saat yang sama, mereka juga tengah mencari kesempatan diskusi untuk mengakhiri sengketa yang terjadi selama beberapa bulan terakhir yang telah merusak hubungan ekonomi antara keduanya.

Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan menyampaikan rencananya untuk membagi kategori perdagangan jalur cepatnya menjadi dua dan menempatkan Jepang, sebagai satu-satunya negara di kategori kedua.

Langkah ini dilakukan kurang dari 2 pekan setelah Jepang mengeluarkan Korea Selatan dari daftar white list, atau sebagai negara yang dianggap cukup aman untuk menjadi tujuan ekspor bahan baku strategis.

Dilansir melalui Bloomberg, Presiden Korea Selatan Moon Jaein menyampaikan tuntutannya pekan lalu kepada Jepang agar mempertimbangkan kembali keputusannya serta memberikan peringatan bahwa tidak ada pemenang dari perseteruan ini.

Perselisihan antarkedua sekutu Amerika Serikat ini telah merusak prospek ekonomi Korea Selatan, yang juga tertekan dari tantangan perang dagang AS-China.

Perusahaan-perusahaan di Korea Selatan membutuhkan bahan baku dari Jepang untuk memproduksi chip dan layar display.

Oh Taehoon, seorang ekonom yang juga mengajar studi Jepang di Kyung Hee Cyber University, Seoul, mengatakan ini adalah bukti simbolis bahwa signifikansi produk Korea Selatan di industri Jepang sangat kecil.

"[Kondisi] ini tidak akan menciptakan urgensi yang sama di Jepang seperti yang dirasakan Korea Selatan ketika ekspor bahan semikonduktor dihentikan," kata Oh.

Menurut Asosiasi Perdagangan Internasional Korea, defisit perdagangan Korea Selatan dengan Jepang mencapai US$24 miliar pada 2018, terbesar jika dibandingkan dengan lebih dari 250 mitra dagang negeri ginseng tersebut.

Menteri Perindustrian Korea Sung Yunmo mengatakan bahwa Korea Selatan siap untuk menyetujui pembicaraan dengan Jepang selama periode peninjauan 20 hari sebelum kebijakan baru berlaku pada September.

Dikutip melalui situs web Kementerian Perdagangan Korea Selatan, ssaat ini 29 negara berada dalam daftar "Ga" Korea Selatan yang merupaka mitra dagang paling tepercaya untuk bahan-bahan strategis, sementara semua negara lain termasuk dalam kategori "Na".

Peralatan mesin, bahan kimia, dan stainless steel adalah di antara jenis produk yang telah didaftarkan oleh Kementerian Perdagangan Korea Selatan di situs webnya sebagai subjek dari kontrol ekspor.

"Jepang akan ditempatkan dalam kategori baru, "Ga2", dan diperlakukan dengan cara yang sama seperti negara-negara dalam kategori "Na"," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan email.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korea selatan

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top