Ancaman Disintegrasi, PKB dan Nasdem Sepakat Pidato Megawati

Petinggi Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Nasdem mengamini pidato Ketua Umum PDI Perjuangan tentang adanya fenomena yang mengusik ideologi negara.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  20:40 WIB
Ancaman Disintegrasi, PKB dan Nasdem Sepakat Pidato Megawati
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat berpidato dalam acara pembukaan Kongres Nasional V PDI Perjuangan di Denpasar Bali, Kamis (8/8/2019) - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR—Petinggi Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Nasdem mengamini pidato Ketua Umum PDI Perjuangan tentang adanya fenomena yang mengusik ideologi negara.

Tokoh PKB yang juga Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan isu tentang intoleransi dan ancaman disintegrasi harus menjadi komitmen bersama agar bangsa ini memperteguh dan membumikan nilai-nilai Pancasila.

“PKB juga merasakan adanya kecenderungan disintegrasi dan intoleransi yang tidak kita rasakan pada masa-masa sebelumnya,” katanya seusai menghadiri pembukaan  Kongres V PDI Perjuangan, kamis (8/8/2019).

Menurut Hanif Pancasila sebagai dasar negara telah final dan tidak dapat diutak-atik lagi.

Ia meminta seluruh entitas bangsa menjaga tanpa kecuali, tegaknya Pancasila dan menyadarkan mereka yang berniat ingin mengubah dasar negara tersebut.

Kata dia, perangkat pemerintah dan negara telah lengkap untuk menangkal segala ancaman disintegrasi, tetapi perlu evaluasi terus-menerus untuk menyempurkanannya.

“Harus ada upaya yang lebih tegas secara bersama-sama dari siapapaun untuk memastikan agar Pancasila tetap menjadi landasan dan ideologi bangsa,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa untuk menjaga persatuan dan menguatkan Pancasila sebagai modal utama untuk membangun dan memajukan bangsa.

Hal senada disampaikan Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh yang menegaskan  ancaman disintegrasi bangsa harus dipahami secara sungguh-sungguh oleh semua komponen bangsa dan tidak boleh dilakukan pembiaran.

“Kalau tidak ada lagi kepercayaan terhadap ideologi negara, potensi disintegrasi telah berada di depan mata. Saya sepakat dengan Megawati agar persoalan ini segera ditangani,” katanya.

Saat sambutan sebelum membuka kongres. Megawati mengutip hasil kajian Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan yang menyodorkan fenomena disintegrasi yang muncul secara sistematis pada Pemilu 2019 yang hampir saja mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa. 

Kata dia ancaman ini merupakan isu serius yang tidak boleh diabaikan. Partai memiliki kesadaran penuh, bahwa persatuan dan kesatuan adalah syarat mutlak bagi suatu bangsa. 

“Tidak ada satu pun kebaikan yang dapat dicapai oleh bangsa ini, jika terjadi perpecahan, jika terjadi perang saudara,” tegas Megawati.

Karena pertimbangan tersebut, kata Megawati, kongres dipercepat. Sikap politik partai, langkah, dan strategi yang menyangkut upaya mencegah disintegrasi bangsa, harus diputuskan di dalam rapat tertinggi partai ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kongres PDIP, pkb, nasdem

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top