Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polri Tetap Amankan Proyek Transpapua

Polri memastikan tidak akan menarik personel yang tengah mengamankan proyek pembangunan Transpapua dari ancaman Organisasi Papua Merdeka.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  12:25 WIB
Dokumentasi anggota TNI korban penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata, di Mapenduma, Kabupaten Nduga, Pratu Laode Madjid dievakuasi ke RSUD Mimika. - Antara
Dokumentasi anggota TNI korban penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata, di Mapenduma, Kabupaten Nduga, Pratu Laode Madjid dievakuasi ke RSUD Mimika. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Polri memastikan tidak akan menarik personelnya yang tengah mengamankan proyek pembangunan Transpapua dari ancaman Organisasi Papua Merdeka.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengungkapkan keberadaan anggota Polri bahkan TNI akan tetap dipertahankan di wilayah Nduga, Papua, kendati ada permintaan dari Bupati Nduga Papua Yairus Gwijangge untuk menarik mundur seluruh personel TNI-Polri.

"Kami tidak akan mengurangi keberadaan TNI-Polri, justru akan tetap dipertahankan dalam rangka menjamin keamanan di Nduga, agar proses pembangunan Transpapua terus berjalan," tutur Dedi, Rabu (7/8/2019).

Dedi menjelaskan alasan Bupati Nduga Yairus meminta agar personel TNI-Polri ditarik mundur tidak memiliki landasan yang jelas. Dedi menjamin bahwa personel Polri tetap ditempatkan di Nduga, Papua, untuk menjamin keamanan warga sekitar termasuk proyek pembangunan Transpapua dari ancaman OPM.

"Pernyataan itu tidak mendasar. Seharusnya kan dia [Bupati Nduga] mendukung keberadaan TNI-Polri di sana dan bersinergi," kata Dedi.

Seperti diketahui, dalam pertemuan dengan Ketua DPR Bambang Soesetyo, Bupati Nduga Yairus Gwijangge menyampaikan permintaan penarikan anggota TNI dan Polri dari Nduga.

Disebutkan Yairus bahwa keberadaan anggota TNI dan Polri justru membuat masyarakat Nduga ketakutan, lantaran masih trauma atas peristiwa Mapenduma 1996.

Saat ini masih ada sekitar 5.000 penduduk di Nduga yang mengungsi sebagai buntut dari konflik antara gerakan Organisasi Papua Merdeka dengan anggota TNI dan Polri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri papua
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top