Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hubungan Menegang, China Perketat Warganya Berkunjung ke Taiwan

China melarang warganya dari 47 kota melakukan kunjungan wisata individual ke Taiwan per 1 Agustus 2019 setelah hubungan kedua negara memanas.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  18:53 WIB
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berbicara saat latihan militer Han Kuang yang mensimulasikan invasi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) ke pulau itu, di Changhua. - Reuters
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berbicara saat latihan militer Han Kuang yang mensimulasikan invasi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) ke pulau itu, di Changhua. - Reuters

Bisnis.com, BANDUNG - China melarang warganya dari 47 kota melakukan kunjungan wisata individual ke Taiwan per 1 Agustus 2019 setelah hubungan kedua negara memanas.

Warga negara dari China selama ini membutuhkan izin untuk berpergian ke Taiwan. Selain itu, hanya wisatawan dari 47 kota -- seperti Beijing, Shanghai dan Xiamen-- yang diizinkan untuk masuk ke Taiwan secara solo.  

Dalam aturan baru ini, masyarakat China yang telah mendapatkan izin kunjungan sebelum Kamis (31/07/2019) dapat mengikuti jadwal awal. Namun, wisatawan China yang belum mendapat izin hingga tanggal yang ditetapkan tersebut harus berpergian dalam grup tur. 

"Kami sadar dengan suspensi tersebut. Hari ini adalah hari terakhir untuk mendaftarkan izin sebagai wisatawan individual," ungkap Shanghai Spring International Travel Service. 

Terkait dengan larangan tersebut, Kementerian Dalam Negeri Taiwan menyatakan protes keras dan mengutuk sikap China.

"Pihak berwenang di China daratan secara sepihak membatalkan perjanjian tanpa komunikasi dengan pihak kami," ungkap Kementerian Dalam Negeri Taiwan dalam pernyataan resmi.

"Kami tidak senang melihat pariwisata normal dan perdagangan di selat [Taiwan] terganggu oleh faktor-faktor politik."

Dalam beberapa tahun terakhir, China telah meningkatkan kegiatan latihan militer di sekitar Taiwan, termasuk secara teratur melakukan latihan pengepungan pulau dan mengirim kapal perang ke perairan sekitarnya.

Militer China mengadakan latihan minggu ini di perairan dekat Taiwan, setelah peringatan minggu lalu yang menyatakan bahwa mereka siap berperang jika ada langkah menuju kemerdekaan di Taiwan. China selama ini memandang Taiwan sebagai provinsi yang membangkang. 

China yang selalu mengunakan kekuatan untuk mengendalikan Taiwan juga menuduh AS merusak stabilitas global dan mengecam penjualan senjata dari Negeri Paman Sam ke Taiwan. Saat ini, AS adalah pemasok senjata utama Taiwan.

Wacana larangan itu sebenarnya telah muncul menjelang pemilihan presiden Taiwan pada Januari lalu. China telah lama memandang Tsai Ing-Wen dengan hati-hati sejak dia menjadi presiden Taiwan pada 2016. China mencurigai Ing-Wen mendorong kemerdekaan resmi negara pulau itu.

Larangan tersebut kini dilakukan di tengah kenaikan kunjungan wisatawan China ke Taiwan. Selama semester pertama, kunjungan wisatawan China ke Taiwan mencapai 1,67 orang atau naik 28 persen dari periode yang sama tahun lali.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china taiwan
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top