Selama Juli 2019, Terjadi 841 Kali Gempa di Indonesia

Wilayah Indonesia mengalami peningkatan jumlah gempa pada Juli 2019  yakni sebanyak 841 kali dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 735 kali guncangan
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  16:19 WIB

Kabar24.com, JAKARTA - Wilayah Indonesia mengalami peningkatan jumlah gempa pada Juli 2019  yakni sebanyak 841 kali dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 735 kali guncangan.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), secara umum jumlah gempa pada Juli 2019 lebih banyak didominasi terjadi di wilayah Timur Indonesia.

Kabid Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan aktivitas pergerakan lempeng bumi tersebut didominasi oleh gempa kecil yaitu kurang dari 5,0 skala richter sebanyak 789 kali.

"Adapun aktivitas gempa signifikan di atas 5,0 skala richter terjadi sebanyak 52 kali. Angka ini meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 35 kali," katanya saat konferensi pers di BNPB, Jakarta Timur, Rabu (31/7/2019).

Dari total gempa tersebut, menurutnya 84 gempa diantaranya dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan perhitungan badan itu, jumlah gempa yany dirasaka juga mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 65 kali.

"Kalau alasan meningkatnya gempa, saya tidak punya alasan. Kita tidak bisa memprediksi kapan datangnya gempa," jelasnya

Di sisi lain selama Juli, setidaknya terdapat 4 kali gempa yang menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah. Gempa tersebut berlangsung sejak awal hingga pertengahan Juli.

Dia merinci gempa pertama terjadi di Maluku Utara berkakuatan 7,1 skala richter pada (7/7/2019). Guncangan ini menyebabkan beberapa rumah rusak ringan di Sulawesi Utara. Setelah itu pada (13/7/2019), gempa mengguncang Sumbawa dengan maknitudo mencapai 5,5 skala richter.

Beberapa pura dan rumah warga dan pura disebut rusak ringan di Sumbawa akibat bencana alam ini. Hal serupa juga terjadi di Halmahera Selatan pada (14/7/2019). Pergerakan lempeng bumi berkekuatan 7,2 skala richter itu menyebabkan 13 orang meninggal, 44.063 pengungsi, dan 2.473 rumah rusak.

Terakhir, gampa sempat merusak beberapa rumah warga di Bali setelah wilayah itu diterjang gempa 6,0 skala richter. Sejumlah rumah dilaporkan rusak. Gempa ini merusak bangunan di Tuban, Badung dan Denpasar,," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top