Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prospek Gucci Cemaskan Investor, Saham Kering Terpuruk

Saham Kering, perusahaan pemilik label Gucci, jatuh setelah pertumbuhan penjualan merek fesyen ini mencetak angka lebih rendah dari perkiraan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  18:46 WIB
Logo Gucci - Istimewa
Logo Gucci - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Saham Kering, perusahaan pemilik label Gucci, jatuh setelah pertumbuhan penjualan merek fesyen ini mencetak angka lebih rendah dari perkiraan.

Seperti dilaporkan Bloomberg, Jumat (26/7/2019), penjualan Gucci naik 12,7 persen pada kuartal II/2019 atau lebih rendah dari perkiraan para analis sebesar 14,5 persen.

Meskipun keuntungan penjualan Kering secara keseluruhan kira-kira sejalan dengan ekspektasi dan profitabilitasnya terus tumbuh, momentum yang memudar pada merek utamanya membuat para investor khawatir.

“Kami memperkirakan pasar akan terus bertanya-tanya tentang 'soft landing' masa depan Gucci, meskipun ada peningkatan margin yang sangat sehat,” ujar analis Bernstein yang dipimpin oleh Luca Solca dalam risetnya.

Saham Kering pun meluncur 9,9 persen di Paris pada awal perdagangan Jumat, penurunan terbesar sejak Oktober. Laporan kinerja perusahaan barang mewah asal Prancis ini dirilis setelah penutupan perdagangan Kamis (25/7/2019).

Gucci akan menghadapi perbandingan yang sulit, setelah penjualan brand Italia ini melonjak 40 persen setahun sebelumnya dan 20 persen pada kuartal sebelumnya.

Kering telah mencoba meyakinkan para investor bahwa pertumbuhan merek itu normal dan bahwa barang-barang dekaden hasil karya desainer Alessandro Michele tidak akan ketinggalan zaman.

“Perlambatan ini telah diperkirakan dan dibicarakan pada beberapa kuartal terakhir,” ujar Chief Financial Officer Kering Jean-Marc Duplaix.

Seiring dengan saat-saat yang dihadapi Gucci, Kering tidak lagi mengungguli pesaingnya, LVMH. Kategori fesyen dan kulit konglomerat produk mewah yang berbasis di Paris ini melonjak 20 persen pada kuartal kedua.

Harga saham pemilik brand Louis Vuitton dan Christian Dior ini bahkan menyentuh rekor tertingginya pada Kamis (25/7/2019) karena perombakan kreatif pada merek-merek utamanya mendorong kenaikan.

Di sisi lain, sebagian analis meyakini bahwa Gucci memiliki kemampuan untuk mempertahankan pertumbuhannya.

“Dalam pandangan kami, merek terbesar dan paling menguntungkan dari Kering, Gucci, memiliki kemampuan untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan jangka menengah karena momentum desain dan dukungan konsumen,” ujar Deborah Aitken, analis produk konsumen, dan Maxime Boucher, associate analyst Bloomberg.

Brand Gucci terbilang tetap menguntungkan, dengan margin operasinya naik menjadi 41 persen untuk semester pertama. Kering juga mengatakan terus berkinerja baik di China. Di negeri ini, pihak otoritas telah mengambil langkah-langkah untuk membawa lebih banyak pembelian mewah di dalam negeri.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gucci
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top