Napoleon Bonaparte Hampir Menang di Pertempuran Waterloo 1815, Ini Temuan Arkeolog

Sebuah bola meriam ditemukan minggu ini oleh para arkeolog, memberikan indikasi lebih lanjut tentang seberapa dekat Napoleon Bonaparte memenangkan Pertempuran Waterloo pada 1815.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  18:49 WIB
Napoleon Bonaparte Hampir Menang di Pertempuran Waterloo 1815, Ini Temuan Arkeolog
Temuan arkeolog di medan perang Waterloo di Belgia. Sumber: Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah bola meriam ditemukan minggu ini oleh para arkeolog, memberikan indikasi lebih lanjut tentang seberapa dekat Napoleon Bonaparte memenangkan Pertempuran Waterloo pada 1815.

Bola meriam berkarat seberat 3 kilogram itu ditemukan Senin (15/7) di dekat lokasi rumah sakit lapangan sekitar 600 meter di belakang garis Anglo-Allied di medan perang di Belgia.

Tony Pollard, kepala arkeolog di situs itu, mengatakan, dia yakin meriam itu ditembakkan oleh tentara Prancis.

"Ini merupakan titik di mana Napoleon paling dekat dengan memenangkan pertempuran Waterloo, jadi ini merupakan penemuan yang luar biasa," kata Pollard, direktur Centre for Battlefield Archaeology di University of Glasgow, seperti dilansir Reuters, Kamis (18/7/2019).

Dia juga merupakan pemimpin tim amal United Kingdom Waterloo Uncovered, yang melakukan penggalian berkala di lokasi. Tim itu menemukan bola meriam ketika menggali situs rumah sakit lapangan, di mana mereka menemukan bukti tak terduga dari pertempuran sengit di daerah itu dan beberapa jejak raga manusia.

Penemuan dua tulang kaki bagian bawah mengukuhkan situs itu digunakan sebagai rumah sakit dalam pertempuran untuk merawat sekitar 6.000 tentara selama pertempuran, kata Pollard, seraya menambahkan perawatan itu termasuk ratusan amputasi.

Puluhan ribu tentara tewas dalam pertempuran di Waterloo, yang membuat pasukan Prancis pimpinan Bonaparte yang menghadapi pasukan Inggris, Belgia, Belanda, Jerman, dan Prusia.

Bonaparte turun tahta sebagai kaisar Prancis beberapa hari setelah kekalahan Prancis di Waterloo dan diasingkan ke St. Helena, sebuah pulau di Atlantik Selatan, dimana dia wafat pada 1821.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prancis, sejarah

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top