Output Industri Eropa membaik, Apakah Ini Sinyal yang Baik?

Di tengah kabar buruk dari kinerja ekonomi Singapura, laporan ekonomi terbaru  dari benua biru menunjukkan tanda kehidupan sektor industri Eropa dengan lonjakan tertinggi pada angka produksi industri dalam 4 bulan terakhir.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 12 Juli 2019  |  17:07 WIB
Output Industri Eropa membaik, Apakah Ini Sinyal yang Baik?
Ekonomi Eropa. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -- Di tengah kabar buruk dari kinerja ekonomi Singapura, laporan ekonomi terbaru  dari benua biru menunjukkan tanda kehidupan sektor industri Eropa dengan lonjakan tertinggi pada angka produksi industri dalam 4 bulan terakhir.

Angka output industri Eropa tercatat tumbuh 0,9% pada Juni dari bulan sebelumnya, bahkan melampaui estimasi median para ekonom sebesar 0,2%.

Pada saat yang sama, barang modal (capital goods) dan produk konsumen menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Dilansir melalui Bloomberg, angka-angka tersebut menyusul laporan yang positif dari beberapa ekonomi terbesar di Eropa seperti Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol.

Keempatnya mencatatkan pertumbuhan sepanjang Mei, laporan positif untuk pertama kalinya sejak musim panas tahun lalu.

Namun, data ini masih dapat mengalami perubahan dan kemungkinan tidak cukup untuk mengubah strategi Bank Sentral Eropa yang berencana untuk mengeluarkan lebih banyak stimulus moneter.

"Prospeknya masih dibayangi dengan ketegangan perdagangan yang terus menyerang keyakinan pasar. Sementara itu, survei yang memandang proyeksi lebih jauh, serta pernyataan dari para eksekutif perusahaan, masih menyuarakan alasan untuk lebih berhati-hati," seperti dikutip melalui Bloomberg, Jumat (12/7/2019).

BASF SE, pembuat bahan kimia terbesar di dunia, mengejutkan pasar pekan ini dengan sinyal pelemahan keuntungan perusahaan yang cukup serius.

Sementara itu, industri mobil Jerman masih mengalami tekanan dari sektor industri yang melemah.

Pada saat yang sama, Daimler AG mengeluarkan peringatan keempatnya terkait penurunan pendapatan hanya dalam waktu satu tahun.

Kali ini korporasi menyalahkan beban biaya yang lebih tinggi untuk menangani penarikan kembali airbag yang rusak serta anggaran dana yang naik untuk mengatasi tuduhan kecurangan uji emisi.

Melihat risiko yang meningkat, Komisi Eropa bahkan memutuskan untuk memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi zona euro pada 2020 dengan sentimen bahwa pelemahan pada semester pertama tahun ini akan bertahan cukup lama.

Sebagian besar investor dan ekonom telah memprediksi kemungkinan pemotongan suku bunga Bank Sentral Eropa pada September, meskipun beberapa mengatakan kebijakan itu bisa saja muncul lebih cepat.

Ada juga kemungkinan bahwa ECB akan memulai kembali pembelian obligasi, setelah menutup program tersebut pada akhir 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi eropa

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top