Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gara-gara Posting, Bos Facebook Ditantang Menteri Susi Pudjiastuti

Aktivitas Mark Zuckerberg itu disukai lebih dari 300.000 pengikutnya, tak terkecuali mendapat respons dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  09:06 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berdiskusi dengan beberapa pedagang dan pemilik kapal ikan di Pusat Pelelangan Ikan atau PPI Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (24/3). - Jojon
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berdiskusi dengan beberapa pedagang dan pemilik kapal ikan di Pusat Pelelangan Ikan atau PPI Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (24/3). - Jojon

Kabar24.com, JAKARTA — Bos Facebook Mark Zuckerberg membagikan kegiatannya bermain paddling di Danau Tahoe, AS lewat media sosial Instagram miliknya.

Dalam unggahannya itu, terlihat Zuck sedang berada di atas paddling (semacam kano) dan menikmati sunset di Tahoe.

Aktivitas Zuck itu disukai lebih dari 300.000 pengikutnya, tak terkecuali mendapat respons dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Lewat kolom komentar, Menteri Susi menantang Zuck untuk balapan paddle. Susi pun menawarkan syarat dalam perlombaan itu.

Jika dirinya menang, Zuck diminta menjual 10% saham Facebook, atau menjual paddle miliknya untuk dipakai Susi membeli kapal pengamanan guna mendukung upaya pemberantasan illegal fishing di Indonesia.

Demikian pula sebaliknya jika Susi kalah, dirinya akan menjual paddle miliknya dengan tujuan yang sama.

Apakah tantangan Menteri Susi itu akan dilayani oleh pendiri Facebook itu? Tunggu saja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook illegal fishing Mark Zuckerberg Susi Pudjiastuti
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top