Peluang Pertemuan Trump Dengan Kim Soal Nuklir Kembali Terbuka

Pernyataan itu dikeluarkan Trump setelah tiba di Seoul, Sabtu malam, untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Sebelumnya dia menghadiri KTT G-20 di Osaka, Jepang sebelum mengajukan tawaran mendadak untuk bertemu dengan Kim.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 Juni 2019  |  11:29 WIB
Peluang Pertemuan Trump Dengan Kim Soal Nuklir Kembali Terbuka
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat melakukan pertemuan bilateral, di Hotel Metropole, Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2/2019). - REUTERS/Leah Millis

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un sama-sama ingin bertemu di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang membagi kedua Korea sehingga kembali membuka jalan menuju perundingan soal nuklir yang sempat terhenti.

Pernyataan itu dikeluarkan Trump setelah tiba di Seoul, Sabtu malam, untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Sebelumnya dia menghadiri KTT G-20 di Osaka, Jepang sebelum mengajukan tawaran mendadak untuk bertemu dengan Kim.

Zona Demiliterisasi yang membagi kedua Korea tertutup bagi wisatawan di sisi bagian Kore Utara, menurut sebuah perusahaan wisata, di tengah spekulasi pertemuan antara para pemimpin.

“DMZ tertutup bagi wisatawan yang berkunjung dari sisi Korea Utara hari ini,” menurut kicauan Koryo Tours, pemimpin pasar dalam bisnis pariwisata wisatawan negara Barat ke Korea Utara.

Jika Trump dan Kim bertemu maka pertemuan itu merupakan yang ketiga kalinya hanya dalam waktu satu tahun, dan empat bulan sejak pertemuan puncak kedua mereka di Hanoi, Vietnam gagal.

“Yah, kita akan lihat. Dia sangat ingin,” kata Trump seperti dikutip ChannlNewsAsia.com, Minggu (30/6).

Jawaban itu diberian Trump ketika ditanya oleh seorang reporter apakah Kim akan menemuinya di DMZ nanti pada hari Minggu ketika Trump dijadwalkan mengunjungi perbatasan yang dijaga ketat.

“Mereka berusaha menyelesaikannya dan kami berdua ingin melakukannya,” katanya setelah pertemuan dengan para pemimpin bisnis Korea Selatan termasuk pimpinan Samsung, Hyundai Motor, Lotte, SK dan Poongsan.

“Pertemuan ini akan menjadi sangat singkat, hampir seperti jabat tangan. Tapi itu tidak masalah. Jabat tangan sangat berarti.”

Dia mengatakan bahwa dirinya dan Kim memiliki ‘hubungan baik’ tetapi masih ada jalan panjang untuk mencapai kesepakatan yang akan mengakhiri program nuklir Korea Utara dengan imbalan mengakhiri sanksi dan penciptaan perdamaian permanen di Semenanjung Korea.

Sebagai tanggapan atas pernyataan Trump, kantor berita negara KCNA mengutip seorang pejabat senior Korea Utara beberapa jam kemudian mengatakan pertemuan “saran yang sangat menarik” dan akan menjadi “kesempatan yang bermakna,” tetapi Korea Utara belum menerima proposal resmi.

Moon mengatakan kepada Trump saat makan malam pada hari Sabtu bahwa pertemuan seperti itu akan menjadi “peristiwa bersejarah.”

Sekretaris Pers Moon mengatakan pada Sabtu malam bahwa pertemuan antara Trump dan Kim akan menjadi “peluang penting” untuk menghidupkan kembali pembicaraan. Moon mengatakan pada pertemuannya dengan Trump bahwa dirinya akan ikut Trump ke perbatasan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Korea Utara, kim jong un, Donald Trump

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup