Akan Fokus ke Dagang-el, Intip Pertumbuhan Tim Digital Brand Mewah Gucci

Kering, pemilik brand mewah Gucci, beserta rivalnya seperti LVMH yang memiliki label Louis Vuitton, tidak pernah mengungkapkan berapa besar nilai investasi yang telah digelontorkan untuk pengembangan operasi dagang-el.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 08 Juni 2019  |  07:42 WIB

Bisnis.com, MANADO — Kering, pemilik brand mewah Gucci, beserta rivalnya seperti LVMH yang memiliki label Louis Vuitton, tidak pernah mengungkapkan berapa besar nilai investasi yang telah digelontorkan untuk pengembangan operasi dagang-el.

Namun demikian, pertumbuhan tim digital mereka yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir dapat menggambarkan betapa gencarnya investasi mereka di bidang ini.

Sebagai contoh, pada 2017 Kering hanya memiliki tim digital yang terdiri dari empat orang. Tim tersebut bertumbuh sangat pesat dalam 2 tahu terakhir. Saat ini, tercatat tim digital mereka berisikan lebih dari 80 orang.

Kepala Klien dan Digital Kering Gregory Boutte mengatakan, Kering juga sangat terbuka untuk bergabung dalam pengembangan platform berbasis teknologi blockchain. Di sisi lain, LVMH justru telah memulai pengembangan itu untuk melacak rantai pasokan dan otentisitas produk mereka di pasar.

Dia menjelaskan, total penjualan daring Kering mencapai 9,4% dari pendapatan grup bisnis mereka pada 2018. Jumlah tersebut juga telah meliputi penjualan yang dilakukan melalui pihak ketiga. Adapun, penjualan melalui laman daring resmi dan konsesi online disebutkan mencapai 4,7% dari pendapatan pada 2018.

Secara keseluruhan, dagang-el telah memfasilitasi sekitar 10% penjualan di industri label fesyen mewah di seluruh dunia. Bain and Company memprediksi, angka tersebut akan terus meningkat dan berpotensi mencapai 25% dari total penjualan industri ini pada 2025.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kering sedang berfokus mengembangkan operasi dagang elektronik (dagang-el), khususnya pengembangan situs untuk menjual barang-barang mewah mereka dan kerja sama pengelolaan data pembeli.

Dikutip dari Reuters, Kering berambisi mengambil alih kontrol operasi web untuk berbagai label mereka seperti Balenciaga dan Alexander McQueen.

Saat ini, kontrol tersebut dipegang oleh Yoox Net-A-Porter (YNAP), yang dimiliki oleh Richemont, rival Kering. Perusahaan patungan dengan YNAP tersebut akan berakhir pada kuartal II/2020.

Untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan di era perkembangan teknologi digital, Kering akan mencari mitra kerja sama tambahan.

Perusahaan ritel multi-label seperti Farfetch atau Matchesfashion.com masuk dalam pertimbangan Kering untuk membentuk konsesi daring. 

Dalam konsesi daring tersebut, Kering akan memegang kendali di semua rantai bisnis mulai dari pemilihan hingga presentasi produk.

“Setiap kali kami bergeser dari grosir kepada sebuah konsesi baru, kami melihat penghasilan kami meningkat secara material,” kata Boutte, dikutip dari Reuters, Jumat (7/6/2019).

Kendati demikian, Boutte mengatakan Kering tidak akan meninggalkan bisnis grosir atau wholesale. Dia mengatakan, pihaknya tidak memiliki rencana untuk memutus hubungan dengan pihak ketiga dalam bisnis tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gucci, e commerce

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top