Bom Bunuh Diri Pos Polisi Kartasura: Polisi Dalami Kaitan dengan Sel Tidur Teroris

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian RI Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Tim Densus 88 Antiteror sedang mendalami keterkaitan pelaku bom bunuh diri di Pos Pantau Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah RA dengan sel tidur teroris lain.
Bom Bunuh Diri Pos Polisi Kartasura: Polisi Dalami Kaitan dengan Sel Tidur Teroris Newswire | 08 Juni 2019 07:44 WIB
Bom Bunuh Diri Pos Polisi Kartasura: Polisi Dalami Kaitan dengan Sel Tidur Teroris
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo pada hari Senin 27 Mei 2019 menunjukkan print out postingan hoaks Mustafa Nahrawardaya, Direktur IT Badan Pemenangan Nasional (BPN), yang disebarkan melalui akun twitternya. - Bisnis/ Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian RI Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Tim Densus 88 Antiteror sedang mendalami keterkaitan pelaku bom bunuh diri di Pos Pantau Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah RA dengan sel tidur teroris lain.

 Pelaku bom Kartasura itu kini kondisi kesehatannya membaik dan sudah bisa dimintai keterangan.

"Memang dia tidak terafiliasi dengan kelompok teroris yang terstruktur, tapi dia berkomunikasi dengan sleeping cell yang lain, itu sedang didalami," kata Dedi, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/6/2019).

Dedi menuturkan hal itu diketahui dari pengakuan pelaku bom. Pelaku juga mengaku pernah bertukar pengalaman merakit bom dengan sesama lone wolf atau pengikut kelompok teroris yang berjuang sendiri. Ia belajar merakit bom secara otodidak dari internet.

Pelaku melakukan aksinya pada Senin, 3 Juni 2019 sekitar pukul 22.45 WIB. Mengenakan kaus berwarna hitam, celana jeans serta memakai headset, pelaku berjalan menuju Pos Pantau Tugu Kartasura.

Ia sempat duduk di trotoar depan pos. Lalu, sepuluh menit kemudian terjadi ledakan di depan pos yang mengakibatkan orang tersebut luka-luka. Pelaku dilarikan ke rumah sakit.

Kondisi kesehatan pelaku sudah cukup stabil dan penyidik Densus sudah meminta keterangan darinya.

Pelaku bom Kartasura ini juga membait dirinya ke kelompok ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dengan menggunakan akun media sosial Facebooknya.

"Dia membaiat diri dengan akun FB-nya langsung ke ISIS. Sedang didalami jaringan komunikasi pelaku di akun FB," kata Dedi.

Dari hasil penyelidikan, diketahui ponsel pelaku bom telah dirusak. Hal ini menjadi kendala dalam proses penyidikan di laboratorium digital forensik.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bom, teroris, bom bunuh diri

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top