Presiden China Sebut Putin Sebagai Sahabatnya

Presiden China Xi Jinping menggambarkan Rusia dan Vladimir Putin sebagai "sahabatnya" selama kunjungan 3 hari ke Moskow dengan fokus pada perdagangan dan hubungan antara kedua negara.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Juni 2019  |  14:51 WIB
Presiden China Sebut Putin Sebagai Sahabatnya
Presiden China Xi Jinping (kiri) dan pendiri Huawei Ren Zhengfei berbincang-bincang ketika Xi mengunjungi kantor Huawei di London, Inggris pada Rabu (21/10/2015). - Reuters/Matthew Lloyd

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden China Xi Jinping menggambarkan Rusia dan Vladimir Putin sebagai "sahabatnya" selama kunjungan 3 hari ke Moskow dengan fokus pada perdagangan dan hubungan antara kedua negara.

Kunjungan itu dilakukan saat hubungan Cina-AS memburuk akibat pahitnya perang dagang.

Rusia telah memutuskan poros ke timur tahun lalu setelah hubungan memburuk dengan Barat atas konflik Ukraina.

Kedua belah pihak telah menandatangani paket kesepakatan dagang dan Xi juga membawa dua panda untuk kebun binatang Moskow.

Xi Jin Ping tiba pada Rabu dan kemudian memberikan konferensi pers di mana dia mengatakan dia memiliki "persahabatan pribadi yang mendalam" dengan rekannya dari Rusia.

"Dalam 6 tahun terakhir, kami telah bertemu hampir 30 kali. Rusia adalah negara yang paling sering saya kunjungi, dan Presiden Putin adalah sahabat dan kolega terbaik saya," kata Xi seperti dikutip oleh BBC, Kamis (6/6/2019).

Sementara itu, Presiden Rusia Valdimir Putin juga memuji China mengatakan bahwa dia "senang mengatakan bahwa hubungan Rusia-Cina telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hubungan Moskow dengan Barat kembali memburuk ketika Rusia dikenai sanksi karena keterlibatannya dalam konflik Ukraina 5 tahun lalu. Itu juga telah dikritik karena membantu rezim Assad di Suriah pada 2015.

Pada perkembangan lain, hubungan China dengan AS telah memburuk sejak pemerintahan Presiden Donald mendukung globalisasi demi proteksionisme nasional ekonomi.

Kedua negara saat ini terlibat dalam perang perdagangan dan tarif yang sejauh ini gagal mencapai perundingan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
internasional

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top