Sehari Lagi Lebaran, Siapkah Anda Saling Memaafkan?

Kesalahan, pengkhianatan, kekerasan, bahkan ketidakpekaan seseorang dapat melukai orang lain dengan berbagai cara. Sayangnya, ketika mengalami hal ini, tidak semua orang dapat memaafkan atau mengampuni.
Tika Anggreni Purba | 04 Juni 2019 16:19 WIB
Ilustrasi umat muslim berdoa saat perayaan Idulfitri di Masjid Aladza di Foca, Bosnia dan Herzegovina, Selasa (4/6/2019). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Kesalahan, pengkhianatan, kekerasan, bahkan ketidakpekaan seseorang dapat melukai orang lain dengan berbagai cara. Sayangnya, ketika mengalami hal ini, tidak semua orang dapat memaafkan atau mengampuni.

Banyak alasan yang membuat kita sulit untuk memaafkan dan memilih untuk menyimpan dendam dan amarah. Namun, dari banyaknya alasan untuk tidak memaafkan, sesungguhnya kita hanya membutuhkan satu alasan untuk memaafkan, yakni demi kebaikan diri sendiri.

Momen Idulfitri atau Lebaran adalah saat yang tepat untuk memberikan maaf kepada orang yang bersalah kepada kita. Memberi maaf bisa jadi menjadi tantangan yang besar bagi sebagian besar orang. Apalagi jika pembuat kesalahan masih belum mengakui kesalahannya.

Memaafkan pun bisa jadi menjadi sulit karena orang yang bersalah terlihat tidak layak untuk dimaafkan. Hal ini tentu saja wajar, karena kita merasa tidak rela jika pelaku terbebas dengan maaf yang kita berikan. Maaf seolah-olah membersihkan perbuatan salah yang dilakukan orang lain kepada kita.

Akan tetapi, manfaat dan kebaikan yang kita terima ketika memaafkan sebetulnya jauh lebih besar. Pertama, memaafkan adalah obat yang baik bagi sakit hati Anda.

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Behavioral Medicine menyebutkan bahwa, tekanan darah dan detak jantung yang rendah berkaitan dengan perilaku memaafkan. Tentu saja tekanan darah yang normal berpengaruh bagi kesehatan Anda.

Memaafkan juga dapat mengurangi gejala penyakit fisik, memperbaiki kualitas tidur, dan mengatasi masalah kelelahan. Hal ini dapat terjadi karena dengan memaafkan seseorang dapat terbantu untuk memiliki pikiran, perasaan, dan perilaku yang lebih positif. Bahkan hal-hal baik ini dapat menular kepada orang lain.

Intinya, memaafkan bermanfaat baik bagi kesehatan fisik dan mental, memperbaiki hubungan, dan memberikan kedamaian bagi kita. Dengan melepaskan kemarahan, hidup akan menjadi lebih tenteram.

Lalu, bagaimana caranya memaafkan? Hal ini memang tidak semudah mengatakannya. Pertama, Anda harus memahami bahwa memaafkan adalah tindakan yang Anda lakukan untuk diri sendiri. Kedua, ingatkan diri Anda bahwa memaafkan adalah langkah yang tepat untuk melangkah menuju masa depan dan melupakan masa lalu yang buruk.

Anda bisa belajar memaafkan tahap demi tahap dengan cara berdiam diri, menulis catatan, meditasi, dan lain-lain untuk membantu Anda lebih mudah memaafkan. Selamat memaafkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
idulfitri

Sumber : Verywell.com

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top