Pelaku Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Kartasura Terpapar ISIS

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo memberikan keterangan terkait ledakan di Pos Pengamanan (Pospam) Tugu Kartasura, Sukoharjo, yang terjadi Senin (3/6/2019), pukul 22.45 WIB.
Chelin Indra Sushmita
Chelin Indra Sushmita - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  11:43 WIB
Pelaku Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Kartasura Terpapar ISIS
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Divhumas Mabes Polri, Jakarta, Kamis (9/5/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo memberikan keterangan terkait ledakan di Pos Pengamanan (Pospam) Tugu Kartasura, Sukoharjo, yang terjadi Senin (3/6/2019), pukul 22.45 WIB.

Menurut Polri, korban yang juga diduga sebagai pelaku tersebut terpapar ajaran Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dikatakan, pelaku berinisial RA (Rofik Asharuddin) meledakkan diri dengan bom berdaya ledak rendah (low explosive) di Pospam Tugu Kartasura, Sukoharjo. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, pelaku mengalami luka cukup parah yang kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang.

“Terkait ledakan di Pospam Tugu Kartasura, korban yang juga diduga sebagai pelaku berdasarkan hasil pemeriksaan terindikasi terpapar ISIS. Indikasi menyangkut masalah yang bersangkutan dalam jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah)  atau kelompok radikal lain masih akan kami dalami,” terang Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di Mabes Polri yang disiarkan langsung Kompas TV, Selasa (4/6/2019).

Dedi Prasetyo menjelaskan bagi penganut paham radikal, melakukan aksi teror di bulan Ramdan merupakan suatu amaliyah. Jika si pelaku meninggal dalam aksi tersebut, maka dia dalam keadaan syahid.

“Bulan Suci Ramadan bulan amaliyah mereka [penganut paham radikal]. Kalau melakukan aksi terorisme, kalau meninggal dalam keadaan sahid,” sambung Dedi Prasetyo.

Teror bom bunuh diri semacam ini bukanlah kali pertama ditangani Polri. Kenapa kali ini targetnya polisi? Dedi Prasetyo mengatakan hal itu karena dalam kurun waktu 19 tahun terakhir terus melakukan penegakan hukum terhadap kelompok radikal di Indonesia.

Lebih lanjut, dia memastikan teror bom bunuh diri di Kartasura tidak akan mengganggu kelancaran arus mudik.

“Densus 88 dan tim antiteror Polda Jawa Tengah mengantisipasi aksi terorisme yang mungkin masih bisa dilakukan jaringan radikal atau individu yang terpapar. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir, karena kondisi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sudah kondusif,” terang Dedi Praetyo.

Polisi sedang melakukan olah TKP dan telah menggeledah rumah orang tua pelaku di kawasan Dusun Kranggan RT 001/RW 002, Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo. Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku termasuk pribadi pendiam dan tertutup dengan lingkungan sekitar.

“Polisi sudah melakukan olah TKP dan menggeledah rumah orang tua pelaku. Kami menemukan beberapa barang berkaitan dengan aksi teror bom bunuh diri yang dilakukan pelaku. Selama ini, pelaku dikenal sangat tertutup. Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku tidak berpamitan saat hendak melakukan serangan bom bunuh diri. Hanya keluar naik motor, tidak tahu ke mana,” imbuh Dedi Prasetyo.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bom, bom bunuh diri, ISIS

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top