Iran Tampik Trump Soal Prospek Negosiasi

Pemerintah Iran memutarbalikkan pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan menampik adanya prospek negosiasi antara kedua negara.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Mei 2019  |  14:45 WIB
Iran Tampik Trump Soal Prospek Negosiasi
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran, Senin (25/7/2005), - Reuters/Raheb Homavandi

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Iran memutarbalikkan pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan menampik adanya prospek negosiasi antara kedua negara.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran pada Selasa (28/5/2019), menyatakan tidak melihat prospek negosiasi antara Iran dan AS untuk saat ini.

“Saat ini kami tidak melihat prospek negosiasi dengan Amerika,” ujar Abbas Mousavi seperti dikutip oleh kantor berita Fars.

Padahal hanya berselang sehari sebelumnya, Senin (27/5), Trump mengutarakan keyakinannya bahwa kesepakatan dengan Iran mengenai program nuklir bisa saja tercapai.

“Saya benar-benar yakin bahwa Iran ingin membuat kesepakatan. Saya pikir itu adalah hal yang cerdas oleh mereka untuk dilakukan, saya rasa kemungkinan itu akan terjadi,” tutur Trump dengan yakin.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat pascaserangan terhadap tanker minyak di wilayah Teluk bulan ini. AS menuding Iran bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Akibat meningkatnya ketegangan ini, pemerintah AS telah mengerahkan kelompok penyerang kapal induk dan pembom ke wilayah Timur Tengah dan 1.500 tentara tambahan ke Teluk.

Seperti diketahui, gesekan antara Iran dan AS terus meningkat bulan ini, setahun setelah Trump menarik AS dari perjanjian nuklir 2015 yang melibatkan Iran dan sejumlah negara maju. Sejak itu, pemerintahan Trump telah meningkatkan tekanan terhadap Teheran.

Tahun lalu Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir internasional 2015 dan tengah meningkatkan sanksi terhadap Iran dengan menghentikan penjualan minyak mentah Iran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, amerika serikat, Donald Trump

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top