Kisah Evakuasi Restoran dan Kendaraan Bermotor di Tengah Kerusuhan 22 Mei

Sejumlah anggota TNI menyelamatkan kendaraan bermotor dan puluhan karyawan restoran di kawasan Jalan Sabang, Jakarta Pusat ketika kerusuhan terjadi pada Rabu (22/5/2019).
Lalu Rahadian | 24 Mei 2019 13:18 WIB
Seorang pria melintas di depan gedung Sarinah, Jakarta, pascarusuh polisi dan massa, Kamis (23/5/2019) dini hari. - ANTARA FOTO / Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA -- Kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 di DKI Jakarta membuat banyak kerusakan di kawasan Sarinah, Tanah Abang, serta Sabang, Jakarta Pusat. Tak hanya rumah dan toko yang rusak, sejumlah kendaraan bermotor juga babak belur lantaran kena amuk massa.

Kerusakan kecil di antaranya terjadi di beberapa toko di kawasan Tanah Abang. Meski demikian, sejumlah pedagang sudah mulai melakukan aktivitas ekonominya mulai Kamis (23/5/2019).

Sarinah menjadi salah satu lokasi yang paling terkena dampak. Plang nama pusat perbelanjaan tertua di Jakarta itu hancur dan hanya menyisakan beberapa huruf akibat kericuhan yang terjadi pada Rabu (22/5).

Kaca gerai makanan cepat saji McDonald's di Sarinah juga terkena amuk massa hingga pecah. Akibatnya, restoran cepat saji itu belum beroperasi hingga kemarin.

Di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, kerusakan dialami restoran Abuba Steak yang berada persis di sebelah pos polisi Sabang. Plang restoran itu hancur, sedangkan pos polisi yang berada di samping restoran terbakar habis.

Sebuah pos polisi terbakar saat pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat pada aksi massa 22 Mei terkait hasil Pemilihan Presiden 2019, di kawasan Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Rabu (22/5/2019) malam./ANTARA FOTO-Risky Andrianto

Beberapa kendaraan bermotor yang terparkir di dekat pos polisi Sabang juga tak selamat dari amukan massa. Tetapi, nasib serupa tak dialami kendaraan bermotor yang diparkir di sisi timur pos polisi tersebut.

Ada sekitar 20 kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil, yang tidak terkena amuk massa meski diparkir di Jalan Wahid Hasyim, salah satu lokasi kerusuhan pada Rabu (22/5). Puluhan kendaraan itu tetap mulus lantaran diselamatkan oleh belasan tentara dari satuan Yonkaf I Kostrad.

Salah satu tentara yang ikut menyelamatkan puluhan kendaraan bermotor itu adalah Sersan Dua (Serda) Dedi Ismanto. Saat ditemui Bisnis di lokasi evakuasi kendaraan, kemarin, dia mengaku melakukan aksi penyelamatan pada Kamis (23/5) sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat itu, penyelamatan kendaraan bermotor dilakukan karena kerusuhan bergeser dari Persimpangan Sarinah menuju Jalan Wahid Hasyim. Pada saat yang sama, masih banyak mobil dan motor yang terparkir di sisi jalan.

"Nah, kami akhirnya memindahkan mobil dan motor itu. Tapi yang persis di depan lapangan ini [saja], soalnya kendaraan di pos polisi Sabang sudah hancur," kata Dedi.

Menurut pengakuan Dedi, ada sekitar 10 mobil yang berhasil diamankan tentara saat kerusuhan terjadi. Pemindahan mobil bisa dilakukan lantaran pemilik kendaraan sudah terlebih dulu menitipkan kunci ke satpam hotel di area itu.

Serda Dedi Ismanto dan rekannya di lahan kosong yang menjadi posko dan tempat mereka mengevakuasi warga, Kamis (23/5/2019)./Bisnis-Lalu Rahadian

Kemudian, 15 tentara dari satuan yang sama juga memindahkan sekitar 10 motor dari depan lapangan yang menjadi posko mereka. Pemindahan dilakukan dengan mengangkat motor satu per satu.

Salah satu motor yang diselamatkan merupakan milik wartawan salah satu media daring bernama Raiza Andini. Motor miliknya kebetulan terparkir di trotoar dekat Hotel The Akmani.

Usai kerusuhan terjadi, Raiza sempat mendapat kabar bahwa motornya hangus karena dibakar massa. Dia sempat panik dan sedih lantaran kabar itu.

"Saya udah panik dan nangis enggak bisa tidur sampai pagi. Terus pas saya ke TKP mau foto bangkai motor untuk ngurus berita acara ke polisi saya heran, kok enggak ada bangkainya? Ternyata kata satpam dekat sana, motornya dipindahkan TNI ke lahan kosong samping Abuba," tuturnya.

Raiza mengaku senang melihat motornya selamat dan tidak mengalami kerusakan apapun. Badannya bergetar karena terharu melihat motornya yang utuh dan kebaikan TNI penyelamat kendaraannya itu.

"Langsung sujud syukur saya. Gemetar badan lihat motor mulus banget. Baik banget bapak yang nyelametin itu," ucapnya.

Evakuasi Karyawan Restoran
Tak hanya menyelamatkan puluhan kendaraan, belasan tentara yang berjaga di Sabang juga berhasil mengamankan 24 karyawan dari Restoran Abuba dan Rumah Makan Padang Garuda di kawasan itu.

Penyelamatan puluhan orang itu dilakukan pada waktu yang sama. Saat itu, para tentara mengaku mendengar teriakan minta tolong dari arah restoran Abuba.

Setelah mendengar teriakan itu, mereka lantas mencari sumber suara. Setelah ditemukan, para tentara menjebol atap restoran dan melihat 20 karyawan terjebak di sana.

Suasana pasca kerusuhan di sekitaran jalan MH. Thamrin, Jakarta, Kamis (23/5/2019)./ANTARA FOTO-Yulius Satria Wijaya

Puluhan karyawan itu harus segera diselamatkan karena para tentara melihat asap kebakaran di luar restoran sudah masuk ke Abuba. Tak hanya itu, gardu listrik di perempatan Sabang juga telah terbakar sehingga api berpotensi menjalar masuk Abuba.

"Kami langsung jebol dinding atas Abuba itu, lalu kami arahkan suruh lewat belakang untuk keluar," ungkap Dedi.

Puluhan karyawan restoran Abuba akhirnya berhasil diselamatkan. Namun, aksi evakuasi tak berhenti sampai sana.

Setelah 20 karyawan diselamatkan, TNI kembali menemukan keberadaan empat karyawan Rumah Makan Padang Garuda yang bersebelahan dengan Abuba dan pos polisi Sabang. Keberadaan mereka diketahui setelah para karyawan menunjukkan diri melalui jendela di lantai atas restoran.

Para karyawan restoran Garuda disebut sempat panik. Mereka bahkan sempat ingin menyelamatkan diri dengan loncat ke atap restoran Abuba.

Tetapi, niatan itu dilarang oleh tentara. Melalui komunikasi via telepon seluler, keempat karyawan restoran Garuda itu akhirnya dibimbing agar mencari jalan teraman untuk turun.

Mereka dibimbing agar mau meloncat ke tempat penampungan air di dekat lokasi. Setelah itu, tentara meminta mereka mencari jalan teraman dan terdekat untuk turun.

Setelah turun, mereka dikumpulkan bersama 20 karyawan Abuba di lapangan kosong. Tak lama setelah itu, tentara juga mengevakuasi sekitar 44 warga dan demonstran yang menjadi korban gas air mata.

Suasana Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat di depan restoran Abuba pascaaksi 22 Mei, Kamis (23/5/2019)./Bisnis-Lalu Rahadian

"Mereka kami pulangkan melalui jalan belakang. Kami bikin jalan itu dengan tangga buatan ke belakang, sekitar pukul 03.30 WIB setelah fisik mereka lumayan terobati," terang Dedi.

Hingga Kamis (23/5), berdasarkan pantauan Bisnis, aktivitas perekonomian di kawasan Sabang telah kembali berjalan. Sejumlah toko telah membuka gerainya dan kendaraan bermotor juga bisa bebas melaju di Jalan Wahid Hasyim yang mengarah ke Sabang.

Namun, masih sedikit aktivitas jual-beli yang berlangsung di sana.

Sementara itu, sejumlah petugas PLN terlihat sedang memperbaiki gardu listrik yang sempat terbakar. Beberapa polisi juga masih berjaga di pos polisi yang sudah terbakar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fokus, Aksi 22 Mei

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top