Massa Aksi 22 Mei Mulai Datangi Gedung Bawaslu

Massa aksi menolak hasil penghitungan suara mulai mendatangi Gedung Bawaslu. Mereka membawa spanduk dan poster.
Massa Aksi 22 Mei Mulai Datangi Gedung Bawaslu
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  14:08 WIB
Massa Aksi 22 Mei Mulai Datangi Gedung Bawaslu
Suasana aksi massa di depan gedung Bawslu Jakarta, Selasa (22/5/2019). JIBI/Bisnis - Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA — Massa aksi menolak hasil penghitungan suara mulai mendatangi Gedung Bawaslu. Mereka membawa spanduk dan poster.

Pada spanduk tertulis “Rakyat Bersatu Lawan Pemilu Curang" dan poster poster “Lawan Kejahatan Pemilu".

Koordinator menyanyikan yel-yel dan berteriak takbir.

“Tugasmu mengayomi, tugasnya mengayomi. Pak Polisi, Pak Polisi, jangan ikut kompetisu,” nyanyi para massa,” Selasa (21/5/2019).

Sementara itu pengawasan di Gedung Bawaslu dan sekitarnya diperketat setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelesaikan proses rekapitulasi penghitungan tingkat nasional.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com di lapangan, ratusan polisi siaga di sekitar jalan MH Thamrin. Kawat berduri juga dipasang membentang mengelilingi Bawaslu. Sementara itu jalan dari menuju Monas dari Bundaran HI ditutup. Jalan sebaliknya tidak.

Pada hasil rekapitulasi, Prabowo-Sandi kalah dua digit dengan perolehan 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari Jokowi-Amin sebanyak 85.607.362 suara atau 55,50 persen.

Sementara itu, Prabowo mengatakan bahwa mendapat laporan akan ada dari pendukungnya yang merasa pemilu curang yang dilakukan dengan cara kekerasan.

“Itu bukan pendukung kami dan itu bukan sahabat saya. itu sahabat yang lain,” kata Prabowo dari rekaman video yang diedarkan Media Prabowo-Sandi, Selasa (21/5/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpu, bawaslu, Pemilu 2019

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top