Ini Alasan Romahurmuziy Cabut Gugatan Praperadilan Jelang Putusan

Penasihat Hukum M. Romahurmuziy, Maqdir Ismail mengungkapkan alasan kliennya mencabut gugatan praperadilan jelang putusan karena Rommy ingin fokus mengadapi perkara pokok.
Sholahuddin Al Ayyubi | 14 Mei 2019 16:10 WIB
Tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy (kanan) berjalan memasuki gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/5/2019). - ANTARA/Reno Esnir
 
Bisnis.com, JAKARTA--Penasihat Hukum M. Romahurmuziy, Maqdir Ismail mengungkapkan alasan kliennya mencabut gugatan praperadilan jelang putusan karena Rommy ingin fokus mengadapi perkara pokok.
 
Maqdir sendiri mengaku dirinya baru mendapatkan perintah untuk mencabut gugatan praperadilan itu sebelum berangkat ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Maqdir mengungkapkan Romahurmuziy telah memintanya agar menyampaikan amanah tersebut saat sidang putusan digelar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
 
"Pokoknya dia (Romahurmuziy) bilang dia mau cabut praperadilannya dan ingin konsentrasi untuk menghadapi perkara pokok nanti," tuturnya, Selasa (14/5).
 
Menurut Maqdir, kliennya masih belum mengetahui gugatan preperadilan yang dilayangkan terhadap KPK akan ditolak oleh Hakim Tunggal Praperadilan Agus Widodo. Dia menjelaskan bahwa kliennya hingga sidang tersebut digelar masih meyakini gugatannya akan dikabulkan dan dibebaskan dari status tersangka.
 
"Jadi yang kami persoalkan itu bukan pada bagian penyelidikannya, tetapi soal penyelidik melakukan suatu tindakan tanpa surat perintah. Itu namanya melawan hukum," katanya.
 
Sebelumnya, tersangka kasus dugaan tindak pidana suap pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy alias Rommy mempermasahkan penetapan tersangka oleh KPK.
 
Rommy melalui kuasa hukumnya, Maqdir Ismail, menganggap penetapan tersangka terhadap Rommy tidak sah.  Tim kuasa hukum juga merasa yakin praperadilan akan dikabulkan hakim.
 
Dalam perkara ini, Rommy diduga menerima uang suap senilai Rp300 juta dari tersangka mantan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhamad Muafaq Wirahadi. Suap itu diduga diberikan demi memuluskan proses pengisian jabatan di Kemenag Jatim.
 
KPK juga menduga ada pihak internal Kemenag yang bersama-sama dengan Rommy dalam menerima aliran suap. KPK telah mengidentifkasi nama-nama tersebut.
 
 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pra peradilan, romahurmuziy

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup