Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prabowo Rencana Kumpulkan Ahli Hukum, Bukan Makar

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan tim sukses menyampaikan kecurangan-kecurangan pemilu kepada relawan dan pendukung. Setelah dari acara ini, para ahli hukum akan dikumpulkan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  19:16 WIB
Capres Prabowo Subianto saatmenyampaikan kecurangan-kecurangan pemilu kepada relawan dan pendukung di Jakarta, Selasa (14/5/2019)/JIBI - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso
Capres Prabowo Subianto saatmenyampaikan kecurangan-kecurangan pemilu kepada relawan dan pendukung di Jakarta, Selasa (14/5/2019)/JIBI - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA – Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan tim sukses menyampaikan kecurangan-kecurangan pemilu kepada relawan dan pendukung. Setelah dari acara ini, para ahli hukum akan dikumpulkan.

Prabowo mengatakan bahwa pertemuan tersebut dengan tujuan untuk menyerahkan surat wasiat yang akan dia buat.

“Tidak usah takut-takutin kita dengan makar. Orang-orang [timnya] ini bukan makar. Mereka tidak makar,” katanya di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Prabowo menjelaskan bahwa para jenderal purnawirawan yang menjadi tim suksesnya tidak akan pernah menggulingkan pemerintahan. Ini karena mereka mempertaruhkan nyawa untuk negeri sejak muda.

Tuduhan kepada Ketua Dewan Pengarah Partai Amanat Nasional, Amien Rais yang ingin melakukan makar juga salah. Mereka semua melakukan ini hanya ingin membela bangsa dan negara.

Prabowo menilai saat ini Indonesia sedang mengalami pemerkosaan demokrasi. Semua terlihat dari kecurangan-kecurangan pemilu yang dia dan timnya temukan.

Mereka menemukan pejabat negara yang tidak netral sampai sistem informasi penghitungan di situs Komisi Pemilihan Umum yang memberikan informasi tidak valid. Bukti-bukti dan laporan telah diserahkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Capres nomor urut 02 ini mengaku tidak akan menyerah pada ketidakadilan dalam pemilu ini. Jika itu terjadi, baginya sama saja dengan berkhianat kepada rakyat.

“Itu artinya kita berkhianat pada pendiri bangsa Indonesia. Itu artinya kita berkhianat pada puluhan ribu orang yang telah berkorban untuk republik ini,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawaslu sandiaga uno prabowo subianto
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top