Ini Kekhawatiran Warganet Jika Pusat Pemerintahan dan Bisnis Berbeda Pulau

Warganet mengkhawatirkan soal konektivitas pusat pemerintahan dan perekonomian terkait wacana pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa.
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  10:31 WIB
Ini Kekhawatiran Warganet Jika Pusat Pemerintahan dan Bisnis Berbeda Pulau
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi sejumlah pejabat terkait melihat peta kawasan salah satu lokasi calon ibu kota negara saat peninjauan di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/5/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Beberapa warganet pun mengutarakan kekhawatiran ketika pusat pemerintah dan pusat bisnis berada di pulau yang berbeda. Berikut kumpulan kekhawatiran dari warganet yang berdiskusi di akun Instagram @Bisniscom

Seperti misalnya akun @r.p_herwananda menyoroti  empat negara (Brasil, Myanmar, Korea Selatan, dan Malaysia) yang memindahkan ibu kotanya masih berada di daratan yang sama.

"Keempat negara itu enggak ada yang ibu kotanya pisah daratan dari pusat penduduk," tulisnya.

Kemudian @samsul6734 juga menyoroti apakah pernah ada suatu negara kepulauan yang memindahkan ibu kota ke pulau yang lain seperti New Zealand atau Jepang.

Pertanyaan ini diajukan oleh @samsul6734 lantaran selama ini contoh negara-negara yang memindahkan ibu kotanya bukan merupakan negara kepulauan.

Jepang pun memindahkan ibu kota dari Kyoto ke Tokyo, tetapi masih dalam satu pulau yang sama. Ini menjadi memperkuat kekhawatiran warganet terkait masalah pemindahan ibu kota yang berbeda pulau. 

Beberapa kekhawatiran lainnya diutarakan @akmalfathurr yang gelisah kedutaan besar negara lain ikut pindah ke ibu kota baru di pulau lain. "Bakal sulit nih kalau urus paspor dan proses administrasi lainnya," ujarnya.

Akun @ransoor juga punya kegelisahan yang sama dengan @akmalfathurr. Dia berharap bakal ada cabang untuk pengurusan administrasi di Jakarta.

Masalah pemindahan ibu kota di luar Jawa pun makin panas karena warganet khawatir konektivitas antara pusat pemerintahan dan pusat bisnis bisa terganggu.

"Selama kita kehalang laut, bakalan susah mobilisasinya. Padahal pusat bisnis-pusat pemerintahan harus gampang diakses. At least make mobil pribadi," ujar Ransoor

Sekedar informasi, bahkan jarak pemindahan ibu kota Amerika Serikat (AS) dari New York yang menjadi pusat bisnis ke Washington D.C. sebagai pusat pemerintahan, jarak tempuhnya tidak sampai 4 jam perjalanan via jalur darat.

Seperti diketahui, Pemerintah Jokowi berencana memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan. Meski demikian, pemerintah masih belum memastikan daerah mana yang bakalan menjadi pusat pemerintahan baru.

Setidaknya ada sejumlah lokasi yang telah ditinjau oleh Presiden jokowi, seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Adapun Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyatakan bahwa pemindahan ibu kota merupakan salah satu strategi pemerataan ekonomi agar tidak terpusat di Jawa.

"Karena Kalimantan salah satu pulau yang kegiatan ekonominya sekarang sangat terpengaruh rendahnya (harga) komoditas dan oleh ketergantungan terhadap sumber daya alam. Kita ingin upaya membangkitkan ekonomi Kalimantan sebagai salah satu kendidat kuat ibu kota baru," terang Bambang.

Meskipun begitu, beberapa warganet menantikan realisasikan pemindahan ibu kota tersebut. Harapannya, ibu kota baru yang kemungkinan berada di Kalimantan bisa mendongkrak pemerataan ekonomi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jakarta, kalimantan, Ibu Kota Dipindah, Warganet

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top