Gedung Putih Sambut Pembebasan Dua Wartawan Reuters

Gedung Putih menyambut hangat pembebasan dua wartawan Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, yang dipenjara di Myanmar selama lebih dari setahun.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  11:07 WIB
Gedung Putih Sambut Pembebasan Dua Wartawan Reuters
Dua wartawan Reuters, Wa Lone (kiri) dan Kyaw Soe Oo yang ditahan di Myanmar sejak 12 Desember 2017 akhirnya dibebaskan pemerintah Myanmar. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Gedung Putih menyambut hangat pembebasan dua wartawan Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, yang dipenjara di Myanmar selama lebih dari setahun.

“Setelah dipenjara selama lebih dari 500 hari sejak Desember 2017 karena melaporkan kekejaman terhadap Rohingya, kami gembira mereka akan dipersatukan kembali dengan keluarga mereka,” tutur Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

“Kami berharap wartawan-wartawan lain yang dipenjara di Burma [Myanmar] juga akan diberi kebebasan,” lanjutnya, seperti dikutip Reuters.

Wa Lone dan Kyaw Soe Oo dinyatakan bersalah pada September 2017 usai proses peradilan di pengadilan tingkat rendah. Keduanya dituduh melanggar aturan kerahasiaan negara karena memiliki sejumlah dokumen rahasia Myanmar.

Baik Wa Lone dan Kyaw Soe Oo mengaku tidak bersalah dan mengungkapkan telah dicurangi oleh pihak kepolisian saat mereka bertugas melaporkan kekerasan di Negara Rakhine, Myanmar.

Kepada pengadilan, kedua wartawan itu mengungkapkan bahwa dua petugas polisi menyerahkan sejumlah dokumen kepada mereka di sebuah restoran di kota Yangoon, beberapa saat sebelum petugas lain menangkap mereka.

Seorang saksi dari pihak kepolisian kemudian menyampaikan kesaksian bahwa pertemuan dalam restoran itu dibuat untuk menjebak mereka karena melaporkan pembunuhan massal Muslim Rohingya di Rakhine.

Kasus ini sendiri telah menimbulkan pertanyaan tentang kemajuan Myanmar menuju demokrasi sekaligus menyulut protes dari para utusan asing dan pembela hak asasi manusia.

Para pendukung kebebasan pers, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, beserta negara-negara termasuk Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Australia telah lama menyerukan pembebasan kedua wartawan itu.

Mereka akhirnya kemudian dibebaskan di bawah amnesti presiden untuk 6.520 tahanan. Presiden Win Myint telah memaafkan ribuan tahanan lain dalam amnesti massal sejak bulan lalu.

Menjadi kebiasaan di Myanmar bahwa pihak berwenang membebaskan tahanan di seluruh negara sekitar saat Tahun Baru tradisional, yang dimulai pada 17 April.

Reuters mengatakan kedua pria itu tidak melakukan kejahatan apa pun dan menyerukan pembebasan mereka.

“Kami sangat gembira Myanmar telah membebaskan reporter kami yang pemberani, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo. Sejak penangkapan mereka 511 hari yang lalu, mereka telah menjadi simbol pentingnya kebebasan pers di seluruh dunia. Kami menyambut kembalinya mereka,” ujar Pemimpin Redaksi Reuters Stephen J. Adler.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
myanmar, reuters

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top