Sandi : Kami Terus Kumpulkan Data Dugaan Kecurangan

Sandiaga Uno menyatakan pihaknya terus mengumpulkan bukti adanya kecurangan dalam Pemilu 2019.
Sandi : Kami Terus Kumpulkan Data Dugaan Kecurangan John Andhi Oktaveri | 28 April 2019 15:37 WIB
Sandi : Kami Terus Kumpulkan Data Dugaan Kecurangan
Sandiaga Uno dan Erwin Aksa. - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus mengumpulkan bukti adanya kecurangan yang terjadi dalam Pemilu 2019.

Dia menyatakan pihaknya terus mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya kecurangan yang terjadi saat pencoblosan. Sebelumnya, BPN telah mengadukan 1.200 kasus kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terkait dugaan pelangaran Pemilu.

"Saya meyakini bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Djoko (Santoso) dan seluruh masyarakat sekarang, karena bukan BPN saja yang bergerak, tapi seluruh masyarakat ingin memastikan Pemilu kita jujur adil bermatabat," ujar Sandi, Minggu (28/4/2019).

Sebelumnya, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade menuturkan bahwa Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) tidak bekerja profesional karena berbagai laporan yang dilaporkan BPN sepanjang penyelenggaraan kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tak digubris. Sentra Gakkumdu terdiri atas unsur anggota Kejaksaan Agung, Polri, dan Bawaslu yang bertugas untuk melakukan untuk menangani tindak pidana Pemilu.
 
Bahkan, dia meminta agara Gakumdu dibubarkan. Andre menduga keberadaan kejaksaan dan kepolisian di dalam Sentra Gakkumdu tersebut membuat laporan-laporannya tak mampu ditindaklanjuti dengan baik.

Dia mencontohkan ada kasus yang sudah mendapat rekomendasi dari Bawaslu dan saksi ahli terkait pelanggaran Pemilu. Tetapi, kepolisian dan kejaksaan dalam Gakkumdu tidak mampu melanjutkan kasus tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sandiaga uno, Pemilu 2019

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top