Pertemuan Jokowi dan Prabowo Tunggu Mementum yang Tepat

Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf, Moeldoko menjelaskan pertemuan antara capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto masih menunggu momentum yang tepat.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 22 April 2019  |  06:39 WIB
Pertemuan Jokowi dan Prabowo Tunggu Mementum yang Tepat
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) dan Ma'ruf Amin (kiri) berjabat tangan dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto seusai mengikuti debat kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf, Moeldoko menjelaskan pertemuan antara capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto masih menunggu momentum yang tepat.

"Semua ada momentum, yang berkaitan kondisi psikologi juga. Kami cari momentum yang tepat sehingga hasilnya juga efektif," ujar Moeldoko di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (21/4/2019).

Sebelumnya, Jokowi menyatakan telah mengirim utusan untuk menjembatani pertemuan dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Belakangan diketahui utusan itu adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Moeldoko menekankan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo harus terlaksana untuk mencapai keseimbangan baru pasca-hitung cepat memenangkan Jokowi di pemilihan presiden 2019.

"Sesungguhnya grass root itu tergantung elite. Kalau elite mengajak agar baik-baik saja, pendukungnya pasti ikut. Kalau di atas tegang-tegangan, ya gimana," ujar Moeldoko.

Sampai saat ini Prabowo Subianto belum mengakui hasil quick count berbagai lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi di pemilihan presiden 2019. Prabowo Subianto juga telah mendeklarasikan dirinya dan Sandiaga sebagai presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.

Dia mengklaim unggul berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen real count dan C1 yang diinput tim internal mereka dari 5.000 TPS.

Prabowo sempat menyatakan lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi adalah tukang bohong yang sudah tidak bisa lagi dipercaya rakyat. Atas dasar itu, dia meminta lembaga survei pindah ke negara atau benua lain, salah satunya Antartika.

"Mungkin kau bisa pindah ke Antartika," ujar Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, prabowo subianto, Pilpres 2019

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top