Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Terlibat Usaha Penculikan Menteri, Seorang WNI Dipenjara 12 Tahun di Malaysia

Dua mantan tentara Malaysia dan seorang pria berkebangsaan Indonesia divonis dengan hukuman penjara atas kasus terorisme, termasuk upaya penculikan terhadap mantan Perdana Menteri Najib Razak dan sejumlah menteri kabinet.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 16 April 2019  |  16:15 WIB
Terlibat Usaha Penculikan Menteri, Seorang WNI Dipenjara 12 Tahun di Malaysia
(Dari kiri ke kanan) Abu Daud Murad Halimmuddin, Ali Saifuddin dan Nor Azmi Jailani di Pengadilan Alor Setar pada April 2015 - The Star
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dua mantan tentara Malaysia dan seorang pria berkebangsaan Indonesia divonis dengan hukuman penjara atas aksi promosi terorisme, termasuk upaya penculikan terhadap mantan Perdana Menteri Najib Razak dan sejumlah menteri kabinet.

Situs berita Bernama menyebutkan dua warga Malaysia bernama Nor Azmi Jailani dan Mohd Yusri Mohamed Yusof, masing-masing berusia 32 tahun, divonis penjara delapan tahun.

Sementara warga Indonesia bernama Ali Saifuddin, seorang teknisi berusia 31 tahun, divonis penjara 12 tahun. Ali sendiri diketahui memegang status penduduk tetap di Malaysia.

Ketiganya dinyatakan bersalah oleh tiga hakim dan dakwaan mulai berlaku sejak penahanan pertama kali dilakukan pada April 2015.

Berdasarkan bukti yang dipaparkan, ketiga lelaki ini diketahui berpartisipasi dalam diskusi-diskusi dengan bekas militan dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan berencana menculik empat mantan menteri Malaysia, termasuk Najib. Penculikan ini dimaksudkan sebagai ancaman agar anggota kelompok mereka yang ditahan otoritas Malaysia dibebaskan.

Adapun mantan menteri lain yang turut menjadi target rencana ini adalah mantan wakil perdana menteri Ahmad Zahid Hamidi, mantan menteri pertahanan Hishammuddin Hussein dan mantan menteri kepemudaan Khairy Jamaluddin.

Dua tersangka lain, Abu Daud Murad Halimmuddin dan ayahnya Murad Halimmuddin Hassan telah memperoleh vonis sejak 2015, masing-masing dengan hukuman penjara selama 12 tahun dan 18 tahun. Pada 2017 lalu, Murad Halimmuddin meninggal dunia karena komplikasi jantung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wni di malaysia
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top