Subsidi Boeing dan Airbus, Picu Perang Tarif AS dan Uni Eropa

Pengumuman itu berselang sehari setelah pejabat perdagangan AS mengusulkan daftar produk UE untuk disasar kenaikan tarif tersebut. Langkah AS merupakan bagian sengketa perdagangan serta industri  pesawat yang sedang berlangsung.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 09 April 2019  |  20:55 WIB
Subsidi Boeing dan Airbus, Picu Perang Tarif AS dan Uni Eropa
Logo Airbus - Reuters/Regis Duvignau

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa (9/4/2019) bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengenakan tarif US$11 miliar produk dari Uni Eropa.

Dikutip dari Reuters, pengumuman itu berselang sehari setelah pejabat perdagangan AS mengusulkan daftar produk UE untuk disasar kenaikan tarif tersebut. Langkah AS merupakan bagian sengketa perdagangan serta industri  pesawat yang sedang berlangsung.

“Organisasi perdagangan dunia menemukan bahwa subsidi Uni Eropa untuk Airbus telah berdampak buruk terhadap Amerika Serikat, yang sekarang akan memberikan tarif pada produk UE senilai US$11 Miliar! UE telah mengambil keuntungan dari A.S. pada perdagangan selama bertahun-tahun. Ini akan segera berhenti! "Kata Trump dalam sebuah posting di Twitter.

Kedua belah pihak telah terlibat sengketa perdagangan global selama bertahun-tahun terkait saling klaim subsidi ilegal bagi pengembangan Airbus yang berbasis di Belanda dan Boeing yang berbasis di AS. Siasat keduanya untuk mengambil untung bisnis lebih besar, kini beradu.

Perwakilan dagang AS pada hari Senin mengumumkan produk yang direncanakan ditargetkan sebagai balasan atas subsidi pesawat Eropa, dengan daftar akhir diharapkan musim panas ini.

Sementara itu, UE telah mulai bersiap untuk membalas subsidi Boeing, seorang pejabat Uni Eropa mengatakan pada hari Selasa.

Langkah-langkah tersebut muncul ketika perselisihan subsidi yang tinggi, yang telah melewati WTO selama hampir 15 tahun, mencapai klimaks, dengan kedua belah pihak dalam arbitrase untuk memutuskan ukuran dari setiap tindakan pencegahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boeing, airbus, Donald Trump

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top