Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OTT KPK, Tidak Ada Anggota DPR Terciduk

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan dalam operasi senyap itu tidak ada anggota DPR yang terjaring.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  02:10 WIB
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi korban saat simulasi penanggulangan kebakaran di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/9). Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus edukasi jika terjadi kebakaran di gedung lembaga antirasuah itu. - Antara
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi korban saat simulasi penanggulangan kebakaran di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/9). Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus edukasi jika terjadi kebakaran di gedung lembaga antirasuah itu. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi total mengamankan 7 orang dalam kegiatan operasi tangkap tangan, Rabu (27/3/2019). Pihak yang diamankan merupakan pejabat BUMN dan unsur swasta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan dalam operasi senyap itu tidak ada anggota DPR yang terjaring.

"Dari 7 orang yang diamankan, dibawa ke kantor KPK, tidak ada anggota DPR RI," kata Febri dikonfirmasi, Kamis (28/3/2019).

Febri berujar, dalam kegiatan tersebut tim mengamankan barang bukti uang dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat.

Namun, Febri belum menyampaikan secara detail berapa jumlah uang yang diamankan tersebut. KPK juga menduga dugaan suap dialirkan terkait distribusi pupuk melalui kapal. 

"Jadi, kami menduga ada transaksi yang melibatkan sejumlah pihak terkait distribusi produksi pupuk," ujar Febri.

Menurut dia, dugaan pemberian tersebut bukan pemberian yang pertama. Sebelumnya, diindikasikan ada penerimaan-penerimaan lain.

"Sehingga kami cukup meyakini, dengan bukti-bukti yang ada, bahwa transaksi tersebut telah terjadi," katanya.

Saat ini, ketujuh orang itu telah berada di Gedung KPK untuk dilakukan secara intensif.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum bagi mereka yang terjaring OTT tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk OTT KPK
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top