Survei CSIS : Elektabilitas PDIP Tertinggi, tapi Golkar Paling Populer

Center for Strategic and International Studies (CSIS) memaparkan hasil survei terkait keterpilihan atau elektabilitas dan popularitas partai politik peserta pemilu legislatif (pileg) per 22 Maret 2019.
Aziz Rahardyan | 28 Maret 2019 14:47 WIB
Logo Centre for Strategic and International Studies (CSIS). -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA — Center for Strategic and International Studies (CSIS) memaparkan hasil survei terkait keterpilihan atau elektabilitas dan popularitas partai politik peserta pemilu legislatif (pileg) per 22 Maret 2019.

"Tiga besar dengan elektabilitas tertinggi masih ditempati PDI Perjuabgan dengan elektabilitas 25,9 persen, kemudian Gerindra 13,3 persen, dan Golkar 9,4 persen," jelas Peneliti CSIS Arya Fernandes dalam sebuah diskusi di bilangan Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2019).

Setelah parpol tiga besar, parpol lain yang memiliki potensi lolos ke Senayan atau parliamentary threshold 4 persen, yaitu PKB 7 persen, Demokrat 5,5 persen, PKS 4,6persen, dan NasDem 4,3 persen. Sedangkan partai lain seperti PPP, PAN, Perindo, Hanura, PSI, PBB, PKPI, Garuda, dan Berkarya, masih harus bekerja ekstra keras untuk lolos ke parlemen.

"Parpol harus memastikan pemilih mereka solid. Mereka masih bisa memanfaatkan peluang yang belum menentukan pilihan 3,2 persen dan tidak menjawab atau rahasia yang masih sebesar 18,2 persen," tambahnya.

Popularitas

Walaupun PDIP merajai tingkat keterpilihan, ternyata partai yang identik dengan warna merah dan atribut banteng ini masih kalah populer dari Golkar.

Golkar memiliki tingkat popularitas 93,2 persen dan tingkat tidak disukai yang cukup minim, yaitu 75 persen. Sedangkan, PDIP di urutan ke-2 dengan popularitas 92,5 persen, tetapi memiliki tingkat tidak disukai paling tinggi dari parpol lain sebesar 76,7 persen.

Adapun Gerindra berada di urutan ke-3 dengan popularitas 89,5 persen dan tidak disukai 75 persen. Kemudian disusul Demokrat di urutan ke-4, PAN, dan PPP.

Di urutan selanjutnya ada PKB yang elektabilitasnya cukup tinggi dan popularitasnya 81,2 persen, tetapi ternyata memiliki tingkat tidak disukai yang cukup tinggi, yaitu 76,4 persen, sehingga NasDem, Hanura, Perindo, dan PKS masih memiliki waktu untuk memacu popularitas dan elektabilitss mereka lebih tinggi lagi di sisa waktu sebelum Hari-H Pemilu.

Lima partai terakhir justru memiliki tingkat tidak disukai lebih tinggi daripada popularitasnya sendiri, yaitu PBB, PSI, Berkarya, Garuda, dan PKPI.

Mantap Memilih

Menariknya, parpol yang elektabilitas dan popularitasnya kecil ini cenderung memiliki pemilih yang tingkat kemantapannya tinggi kecuali partai Berkarya. Misalnya, PBB dan Garuda, memiliki tingkat kemantapan pemilih mencapai 100 persen, sedangkan PSI mencapai 80 persen, selanjutnya ada PAN yang mencapai 79,6 persen.

Sedangkan untuk parpol tiga besar, tingkat kemantapan pemilih mereka walaupun tidak terlalu besar, tetapi masih di atas rata-rata. Misalnya PDIP mencapai 78,1 persen, Gerindra mencapai 71,9 persen, terakhir Golkar sebesar 64,7 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pdip, Pemilu 2019, pileg 2019

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top