New York Times Tolak Kerja Sama dengan Apple untuk Layanan Berita Langganan

Apple Inc akan meluncurkan platform anyar yang mengemas program hiburan dan layanan berita digital berbayar.
Kahfi | 22 Maret 2019 13:43 WIB
Seorang pembeli mencoba membandingkan ukuran iPhone XS Max dan iPhone XS di gerai Apple Singapura Jumat (21/9/2018). - Reuters/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA -- Apple Inc akan meluncurkan platform anyar yang mengemas program hiburan dan layanan berita digital berbayar. Beberapa perusahaan media yang mempunyai produk jurnalistik berbasis pembaca yang besar ditawari untuk bergabung.

Namun, seperti dilansir Reuters, Jumat (22/3/2019), ajakan Apple itu ditolak oleh The New York Times.

Melalui produk iPhone, Apple akan menyaingi kehadiran pionir layanan video streaming Netflix Inc. Namun, layanan anyar itu kemungkinan tidak akan menampilkan produk New York Times Co.

Mark Thompson, Kepala Eksekutif surat kabar terbesar di AS itu, mengungkapkan bahwa mengandalkan distribusi pihak ketiga bisa berbahaya bagi penerbit karena berisiko kehilangan kendali atas produk mereka sendiri.

"Kami cenderung agak curiga tentang gagasan hampir membiasakan orang untuk menemukan [produk] jurnalisme kami di tempat lain," katanya kepada Reuters, Kamis (21/3) waktu setempat.

Perusahaan media itu juga memiliki kekhawatiran lain jika produk jurnalisme mereka diacak dan disatukan dengan produk jurnalisme pihak lain.

Thompson, yang mengambil alih posisi sebagai CEO New York Times pada 2012 dan telah mengawasi ekspansi besar-besaran jumlah pembaca online-nya, memperingatkan para penerbit bahwa mereka mungkin mengalami nasib yang sama dengan para pembuat televisi dan film yang jadi korban Netflix di Hollywood.

“Bahkan jika Netflix menawarkan Anda cukup banyak uang... Apakah benar-benar masuk akal untuk membantu Netflix membangun basis pelanggan raksasa sampai pada titik di mana mereka benar-benar dapat menghabiskan US$9 miliar setahun untuk membuat konten mereka sendiri dan akan membayar saya lebih sedikit dan lebih sedikit untuk perpustakaan saya?” tanyanya.

Pada 2007, Hollywood mulai bekerja sama dengan Netflix. Dengan imbalan miliaran dolar AS, studio-studio film membantu Netflix meluncurkan layanan video streaming yang masih baru dengan melisensikan koleksi pertunjukan dan film mereka.

Tetapi, keputusan itu mungkin telah menabur benih kematian mereka sendiri. Pada 2016, Time Warner Inc terpaksa menjual dirinya sendiri ke AT&T Inc dan Rupert Murdoch menjual studio film dan TV Fox 21st Century miliknya ke Walt Disney Co.

Apple adalah perusahaan terbaru yang menawarkan video streaming langsung ke konsumen, bersama dengan layanan berlangganan berita, dengan memanfaatkan kekuatan lebih dari 1 miliar perangkatnya.

Menurut laporan berbagai media, melalui layanan berita berlangganannya, Apple akan mengenakan biaya sekitar US$10 setiap bulan untuk akses ke berbagai konten majalah dan surat kabar. Apple diperkirakan akan mengambil 50 persen dari pendapatan.

Wall Street Journal telah setuju untuk bergabung dengan layanan Apple, menurut laporan New York Times, baru-baru ini. News Corp, pemilik Wall Street Journal, tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Tahun lalu, New York Times menghasilkan lebih dari US$700 juta dalam pendapatan digital, hampir mencapai target yang sebesar US$800 juta dalam penjualan digital tahunan pada 2020. Pendapatan iklan digital melampaui pendapatan iklan cetak untuk pertama kalinya pada kuartal IV/2018.

Adapun jumlah jurnalis yang bekerja di penerbitan itu sekarang mencapai 1.550 orang, yang terbesar yang pernah ada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apple, the new york times

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top