Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fadli Zon: Jokowi sudah Game Over, Elektabilitasnya di Bawah 50 Persen

Joko Widodo (Jokowi) dinilai sudah game over oleh kubu Prabowo, karena elektabilitasnya sebagai petahana di bawah 50 persen berdasarkan survei Kompas.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  20:14 WIB
Fadli Zon - Twitter @fadlizon
Fadli Zon - Twitter @fadlizon

Bisnis.com, JAKARTA —Joko Widodo (Jokowi) dinilai sudah game over oleh kubu Prabowo, karena elektabilitasnya sebagai petahana di bawah 50 persen berdasarkan survei Kompas.

Fadli Zon, anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, menilai posisi elektabiitas petahana di bawah 50% sebagaimana dialami Jokowi menunjukkan masa pemerinatahannya akan berakhir.

“Jokowi sudah game over, sebab seorang petahana di bawah 50 persen itu sudah selesai,” ujarnya dalam satu diskusi di Gedung DPR, Kamis (21/3/2019).

Fadli Zon merujuk pada hasil survei Litbang Kompas yang dinilainya independen. 

Menurutnya, Kompas bisa memotret itu dengan undecided voters yang sangat besar.

"Kalau dari sisi logika saja itu bisa mendekati kebenaran karena undecided voters itu kalau ada orang memilih petahana, dia pilih saja petahana, tidak perlu ragu lagi. Tapi ada keraguan terhadap petahana, itu menurut saya menunjukkan sebetulnya undecided voters itu adalah memilih Prabowo-Sandi,” ujar Fadli Zon. 

Pada sisi lain Fadli menilai sejumlah lembaga survei yang tidak mengumumkan siapa pemberi dananya akan membahayakan demokrasi. Pasalnya, sejumlah lembaga survei memberikan satu gambaran yang salah dan tak sesuai dengan realitas karena berbayar.

Pada bagian lain, politisi Partai Gerindra itu mengataan bahwa persaingan antara Prabowo dan Jokowi di dalam demokrasi adalah hal yang biasa. Kemenangan Jokowi tahun 2014, juga tidak lebih dari 5%.

“Walaupun dikatakannya hasil Pilpres 2014 menyisakan persoalan bagi kubu Prabowo-Hatta saat ini. Kubu Prabowo-Hatt juga mengugat ke MK terkait dengan kecurangan, penghitungan, tetapi begitu selesai upaya untuk mendapatkan keadilan melalui MK, Prabowo pada saat itu dengan jiwa besar mengakui kemenangan Jokowi,” ujarnya.

"Bahkan pak Prabowo datang di dalam pelantikan yang itu tidak dilakukan calon presiden sebelumnya," katanya merujuk pada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

elektabilitas Pilpres 2019
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top