Prabowo-Sandi Janjikan Buyback Saham Indosat

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berencana seriuskan membeli saham Indosat lagi jika memimpin pemerintahan. Ini salah satu upaya menggapai kartu sakti, yaitu kartu tanda penduduk elektronik yang bisa dijadikan apa saja.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 20 Maret 2019  |  19:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berencana seriuskan membeli saham Indosat lagi jika memimpin pemerintahan. Ini salah satu upaya menggapai kartu sakti, yaitu kartu tanda penduduk elektronik yang bisa dijadikan apa saja. 

Sandi mengatakan bahwa pembelian kembali saham Indosat dari Pemerintah Qatar adalah salah satu cara menciptakan lapangan pekerjaan. 

“Nah salah satu yang mau kita dorong adalah dengan KTP elektronik [KTP-el]. Tapi kita juga harus menguasai data. Dan sebetulnya ide Pak Jokowi untuk mem-buy back Indosat itu bagus. Dan di bawah Prabowo-Sandi akan kita usahakan,” katanya di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Sandi menjelaskan bahwa akan bicara dengan  Pemerintah Qatar. Dengan begitu, kedaulatan data untuk sistem integrasi KTP-el yang bisa digunakan untuk apa saja seperti BPJS dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bisa tercapai. 

Penggunaan data yang terpusat itu bisa dikawal dan dikontrol dengan perusahaan milik Indonesia. Apabila Indosat mayoritas sahamnya milik Tanah Air, nantinya Telkomsel juga akan diajak dalam pengelolaannya. 

“Di situ kan mereka bisa mengawal sehingga data kita kuat didorong bukan hanya oleh pemerintah tapi dunia usaha juga yang dikelola oleh pemerintah,” jelasnya.

Usai debat ketiga pada 17 Maret lalu Sandi menentang ide lawan politiknya, Jokowi-Ma'ruf yang memberikan banyak kartu bagi masyarakat.

Pasangan nomor urut 01 tersebut bakal menerapkan tiga kartu, KIS, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Kartu Pra-Kerja.

“Sudah kita sampaikan rakyat terbebani dengan banyak kartu, dan pasti ada birokrasi ada biaya ada beban negara menghabiskan triliunan rupiah,” jelas Sandi di Hotel Sultan, Minggu (17/3/2019).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu justru menyarankan agar program pemerintah ke masyarakat dilakukan menggunakan KTP-el.

Menurutnya, KTP-el akan digunakan sebagai konsolidator program pemerintah agar bisa diakses warga untuk mendapatkan layanan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan.

“KTP elektronik kan ada chip ada digital ekonomi yang di belakang KTP. Single identification number itu bisa menjadi trobosan inovasi dengan pendekatan digital sangat mudah dilakukan,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indosat, sandiaga uno, Pilpres 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup