Kisah Lengkap Mahfud MD Ingatkan Rommy Sudah Lama Diincar KPK

Secuil kisah menarik terselip antara Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD dengan penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy alias Rommy oleh KPK.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 16 Maret 2019  |  13:09 WIB
Kisah Lengkap Mahfud MD Ingatkan Rommy Sudah Lama Diincar KPK
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila Mohammad Mahfud MD memberikan sambutan saat diskusi kebangsaan Indonesia Emas 2045, di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Secuil kisah menarik terselip antara pakar hukum tata negara Mahfud MD dengan penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy alias Rommy oleh KPK.

Apabila mengikuti kisah Mahfud tatkala "gagal" menjadi cawapres petahana Joko Widodo, Mahfud memang sempat kesal pada Rommy akibat ungkapannya ke awak media bahwa Mahfud sendiri yang "bernafsu" menjadi cawapres.

Pria yang akrab disapa Profesor Mahfud ini pun menjelaskan kisah tersebut selepas menuliskan cuitan dalam bahasa inggris, di akun Twitter resminya @mohmahfudmd, Jumat (15/3/2019) yang apabila diartikan berbunyi, "Seperti saya katakan malam itu di Hotel Dharmawangsa: semuanya hanya masalah waktu."

Mahfud pun melanjutkan cuitannya, bahwa dirinya akan menceritakan kisah ini dalam siaran langsung di salah satu stasiun televisi. Bisnis telah meminta izin untuk menuliskan kembali cuitan tersebut pada Mahfud, "Boleh.....," ujarnya singkat, Jumat (15/3/2019) pukul 20.30 WIB.

Kronologis

Awal mulanya, Mahfud mengungkap bahwa Rommy meminta bertemu, setelah mengetahui dirinya terlihat kurang berkenan dengan ucapan Rommy di media. Mahfud menambahkan, politisi senior PPP Suharso Monoarfa pun bersedia mempertemukan mereka.

Tetapi, Mahfud menunda pertemuan tersebut, hingga selepas menghadiri acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (14/8/2018) untuk menceritakan detik-detik kegagalannya menjadi cawapres.

Hotel Dharmawangsa merupakan tempat menginap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013 ini, sekaligus tempat pertemuannya dengan Suharso Monoarfa dan Rommy.

Di tempat itu, Mahfud menggarisbawahi bahwa informasi terkait "kasus Rommy", bukan untuk dirinya laporkan ke KPK. Justru sebaliknya, Mahfud mengetahui informasi tersebut dari daftar resmi KPK, sehingga mengingatkan Rommy secara langsung bahwa dirinya sudah diincar KPK.

"Di situlah saya jelaskan bahwa pembicaraan saya di Twitter atau di ILC itu maaf, bukan dari saya. Tetapi justru saya tahunya dari KPK dan saya tahu banyak di KPK itu," jelas pria kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957 ini dalam siaran langsung di stasiun televisi, Jumat (15/3/2019).

"Jadi kalau saya tahu itu memang sumbernya sumber resmi dan itu bukan rahasia, bukan membocorkan rahasia negara, dan tidak membocorkan rahasia orang karena kita tidak pernah menyebut nama sebelum oleh KPK ditangkap," tambahnya.

Praktik Jual Beli Jabatan

Mahfud pun sedikit menyinggung bahwa praktik jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) memang telah masuk ranah politik secara masif, sehingga, dirinya mengingatkan, bahkan berkomunikasi langsung pada Menteri Agama Lukman H Saifuddin agar praktik semacam ini dihentikan.

"Menurut saya Menag kita ini, pak Lukman H Saifuddin orangnya sangat bersih. Sangat bersih. Tetapi dia kan secara politik dia tidak bisa independen dari parpol. Nanti kita lihat saja lah. Ini akan muncul di KPK. Kalau mendahului KPK tidak bagus," ungkap mantan Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini.

Sebab itulah, Mahfud berpesan, bentuk-bentuk praktik korupsi seperti apapun mesti diberantas, di samping sensasi terkait kasus Rommy yang dihubung-hubungkan ke ranah politis.

"Tapi yang penting mari kita selamatkan negara ini dari korupsi. Itu saja yang penting. Negara ini terancam lho, kalau korupsi dibiarkan kayak gini. Generasi muda kita ini kan akhirnya akan mencari alternatif ideologi lain yang mungkin lebih gampang didapat melalui era digital dan disrupsi seperti sekarang ini," tutupnya.

Kini KPK telah menetapkan status hukum Rommy dalam keterangan resmi setelah sebelumnya, Rommy dan empat orang lainnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK diperiksa di Gedung KPK, Jumat (16/3/2019) malam sekitar pukul 20.13 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahfud md, romahurmuziy, OTT KPK

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top