Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Bahar bin Smith

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor meminta majelis hakim untuk menolak eksepsi Bahar bin Smith terkait dakwaannya. Jaksa menilai surat dakwaan yang dialamatkan kepada Bahar bin Smith sudah sesuai.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 14 Maret 2019  |  12:26 WIB
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor meminta majelis hakim untuk menolak eksepsi Bahar bin Smith dalam sidang yang berlangsung di gedung Perpustakaan dan Arsip, Kota Bandung, Kamis (14/3). JIBI/Bisnis - Dea Andriyawan
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor meminta majelis hakim untuk menolak eksepsi Bahar bin Smith dalam sidang yang berlangsung di gedung Perpustakaan dan Arsip, Kota Bandung, Kamis (14/3). JIBI/Bisnis - Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor meminta majelis hakim untuk menolak eksepsi Bahar bin Smith terkait dakwaannya. Jaksa menilai surat dakwaan yang dialamatkan kepada Bahar bin Smith sudah sesuai.

Jaksa menyebut, nota keberatan yang disampaikan tim penasihat hukum Bahar bin Smith pekan lalu terkait dakwaan yang dianggap tidak mengurai sebab kejadian tersebut sudah jelas dimasukkan dalam dakwaan.

"Tanggapan kami, surat dakwaan sudah cermat uraian tentang tindak pidana. Siapa melakukan tindak pidana apa, kapan dilakukan dan apa akibat yang timbul sudah lengkap, bulat dan utuh mampu menggambarkan beserta waktu dan tempat tindak pidana," kata jaksa saat membacakan tanggapannya dalam sidang lanjutan yang berlangsung di gedung Perpustakaan dan Arsip, Kota Bandung, Kamis (14/3/2019).

Ia menganggap penasihat hukum tidak cermat dalam membaca dakwaan yang sudah disampaikan jaksa.

"Dalam eksepsi penasihat hukum berpendapat surat dakwaan tidak cermat, jelas dan lengkap karena tidak menjelaskan sebab akiba tidak tepat. Penasihat hukum tidak cermat dan membaca. Karena di dakwaan sudah jelas menguraikan," ucap jaksa.

Jaksa juga menanggapi terkait peran Bahar bin Smith dalam dugaan penganiayaan tersebut. Dalam eksepsinya, penasihat hukum menyebut  dalam dakwaan korban Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi disuruh berkelahi, sehingga luka diakibatkan oleh kedua korban. 

Menanggapi keberatan tersebut, jaksa menanggapi bahwa eksepsi dari penasihat hukum itu sudah masuk materi pokok persidangan. 

"Kami menjelaskan surat dakwaan sudah dibuat secara cermat dan jelas dalam dakwaan menguraikan fakta perbuatan terdakwa bersama-sama dengan saudara Habib Agil," kata dia. 

Oleh karena itu, jaksa meminya majelis hakim untuk menolak eksepsi yang diajukan oleh penasihat hukum dan menerima dakwaan dari jaksa untuk para terdakwa.

"Berdasarkan uraian di atas, dengan tidak mengurangi rasa hormat kami ke penasihat hukum yang melaksanakan tugas pada kesempatan ini, kami menyimpulkan permohonan eksepsi yang diajukan dan dibacakan adalah tidak beralasan. Oleh karena itu kami berpendapat permohonan (eksepsi) ditolak," jelas jaksa.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sidang Habib Bahar
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top