India Siap Gelar Pemilu, Jalan Terjal Modi Menuju Periode Dua

Sejumlah jajak pendapat menunjukkan, Modi, yang meraih kemenangan terbesar dalam tiga dasawarsa pada pemilu 2014, mungkin bakal memenangkan kursi terbanyak di parlemen tetapi gagal meraih suara mayoritas pemilu di India.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 Maret 2019  |  10:00 WIB
India Siap Gelar Pemilu, Jalan Terjal Modi Menuju Periode Dua
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama PM India Narendra Modi menyapa anak-anak saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/5/2018). - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA – Penghitungan suara pemilihan umum (pemilu) di India ditetapkan bakal dilaksanakan pada 23 Mei 2019 setelah proses pemungutan suara digelar selama enam pekan sebelumnya.

Pemilu mendatang akan menentukan apakah Perdana Menteri Narendra Modi memenangkan masa jabatan kedua sebagai pemimpin pemerintahan Negeri Hindustan.

“Sekitar 900 juta pemilih, 84 juta lebih banyak ketimbang pemilu 2014, akan memilih 543 anggota parlemen untuk majelis rendah parlemen,” terang ketua komisi pemilihan Sunil Arora, seperti dilansir Bloomberg.

“Proses pengambilan suara berjalan dalam tujuh fase dari 11 April hingga 19 Mei,” paparnya dalam suatu konferensi pers di New Delhi, Minggu (10/3/2019).

Sejumlah jajak pendapat menunjukkan, Modi, yang meraih kemenangan terbesar dalam tiga dasawarsa pada pemilu 2014, mungkin bakal memenangkan kursi terbanyak di parlemen tetapi gagal meraih suara mayoritas pemilu.

Modi tengah berjuang menghadapi popularitas yang menurun karena meningkatnya kekhawatiran tentang kurangnya penciptaan lapangan kerja dan kesulitan di pedesaan, tetapi para analis mengatakan keputusan India untuk menargetkan kamp-kamp teroris di Pakistan dapat membantu pamor partai berkuasa.

Sementara itu, partai oposisi utama Kongres, yang dipimpin oleh Rahul Gandhi, memperoleh kembali momentumnya setelah merebut kekuasaan dari Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Modi di tiga negara bagian utama pada Desember 2018.

"Pemerintah saat ini dan Narendra Modi telah terlibat dalam politik presidensial dan karismatik, dengan kinerja kebijakan yang lebih lemah,” ujar Neelanjan Sircar, asisten profesor di Universitas Ashoka.

“Pemilu ini akan memberi tahu kita banyak tentang bagaimana masyarakat India menilai pertukaran antara karisma Modi dan kinerja ekonomi pemerintah,” tambahnya.

Proses pemungutan suara di India tidak berlangsung dalam satu hari. Mengingat permasalahan logistik yang membentang dari Himalaya di utara hingga hutan-hutan tropis, pemilu dilakukan selama beberapa pekan.

BJP mengandalkan program kesejahteraannya untuk memenangkan suara, termasuk penyediaan toilet, koneksi listrik dan gas masak untuk orang miskin serta pinjaman usaha kecil, dukungan pendapatan tahunan untuk petani, dan pajak yang lebih rendah untuk kelas menengah.

Para pemimpin BJP juga memusatkan perhatian pada nasionalisme agama, termasuk perlindungan sapi yang dianggap suci oleh populasi mayoritas Hindu di India.

“Jajak pendapat negara bagian juga akan diadakan bersamaan dengan pemilu untuk negara-negara bagian Andhra Pradesh, Odisha, Sikkim, dan Arunachal Pradesh,” lanjut Arora.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
india, pemilu

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top