Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Situs Peluncuran Roket Nulir Korut Kembali Beroperasi Normal

Gambar yang diambil pada 6 Maret menunjukkan struktur yang dipasang di rel untuk mentransfer roket ke landasan peluncuran telah selesai, dan mungkin sekarang sudah beroperasi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 08 Maret 2019  |  13:14 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bertemu Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Hanoi, Vietnam, Rabu (27/2/2019). - REUTERS/Leah Millis
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bertemu Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Hanoi, Vietnam, Rabu (27/2/2019). - REUTERS/Leah Millis

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah situs peluncuran roket jarak jauh Korea Utara mulai kembali operasi. Hal ini dinilai oleh para ahli AS sebagai "penghinaan" terhadap strategi diplomatik antara Presiden Donald Trump dengan Pyongyang.

Pusat Kajian Strategis dan Internasional AS menggunakan citra satelit komersial untuk melacak perkembangan situs nuklir tersebut.

Kegiatan ini dilaksanakan sebelum pertemuan puncak yang dibatalkan minggu lalu di Hanoi antara Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong Un dari Korea Utara.

Gambar yang diambil pada 6 Maret menunjukkan struktur yang dipasang di rel untuk mentransfer roket ke landasan peluncuran telah selesai, dan mungkin sekarang sudah beroperasi.

Kemajuan juga tampaknya telah dibuat untuk membangun kembali struktur pendukung untuk alat pengujian mesin roket.

"Melihat konstruksi itu, ditambah aktivitas di area lain di lokasi, Sohae [Stasiun Peluncuran Satelit] tampaknya telah kembali ke status operasional normal," menurut laporan pusat kajian itu sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (8/3).

Kim telah setuju untuk menutup situs Sohae pada pertemuan puncak dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Pyongyang sebagai bagian dari langkah-langkah untuk membangun kepercayaan.

Gambar satelit pada bulan Agustus memperlihatkan pekerja telah membongkar dudukan uji mesin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nuklir korea utara
Editor : Akhirul Anwar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top