Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dukcapil Jabar Bantah TKA Pemilik E-KTP Masuk DPT

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan Tenaga Kerja Asing (TKA) pemilik E-KTP di Cianjur tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  16:43 WIB
Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mencetak E-KTP - ANTARA/Adeng Bustomi
Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mencetak E-KTP - ANTARA/Adeng Bustomi

Bisnis.com,BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan Tenaga Kerja Asing (TKA) pemilik E-KTP di Cianjur tidak masuk dalam Daftar  Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.

Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jabar Heri Suherman mengatakan kasus di Cianjur tersebut bukanlah WNA masuk dalam DPT. Tetapi WNI asal Cianjur yang salah memasukan data sehingga NIK nya sama dengan NIK WNA pemilik KTP.

"Di Cianjur itu bukan orang asing yang masuk DPT, jadi yang masuk ke DPT itu warga Indonesia orang Cianjur, tetapi kesalahan input data sehingga NIK-nya itu NIK WNA," ujarnya di Bandung, Rabu (27/9/2019).

Dia menjelaskan secara aturan warga negara asing memang memiliki hak e-KTP. Menurut UU 24/2013 mereka yang wajib memiliki e-KTP itu adalah WNI dan WNA berumur 17 tahun atau sudah menikah. 

"Jadi bukan hanya WNI tapi WNA pun wajib tapi dengan syarat tertentu memiliki KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap). Semua WNA yang punya KITAP itu wajib memiliki KTP," katanya. 

Ditanya mengenai jumlah WNA yang telah memiliki e-KTP di Jabar, Heri mengaku tidak memiliki data persis mengingat kewenangannya berada di pemerintah pusat dan juga pemerintah kabupaten/kota. 

"Berapa orang asing yang sudah memiliki KTP itu memang data base-nya ada di pusat. Provinsi tidak bisa mengakses itu. Adanya (data itu) di kabupaten/kota dan pusat," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jabar e-ktp WNA
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top