Ratusan Warga Sipil Dievakuasi dari Wilayah Kekuasaan Terakhir ISIS

Ratusan warga sipil dievakuasi dari desa terakhir di Suriah yang masih dikuasai oleh kelompok yang menyebut diri mereka Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  10:31 WIB
Ratusan Warga Sipil Dievakuasi dari Wilayah Kekuasaan Terakhir ISIS
Pasukan Demokrat Suriah (SDF) merayakan ulang tahun pertama pembebasan provinsi Raqqa dari ISIS, di Raqqa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Ratusan warga sipil dievakuasi dari desa terakhir di Suriah yang masih dikuasai oleh kelompok yang menyebut diri mereka Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sebuah iring-iringan truk mengevakuasi ratusan pria, perempuan dan anak-anak dari desa Baghuz, dekat perbatasan Irak.

Aliansi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS mengatakan mereka masih menunggu pemindahan para warga sipil sebelum melancarkan serangan terhadap milisi yang "menyusup di dalam". 

Mereka yang dipindahkan sedang diseleksi, kemudian dibawa ke kamp-kamp, menurut SDF. Diperkirakan sekitar 300 milisi ISIS sembunyi di kantong kecil di wilayah itu. Hanya saja terdapat laporan yang saling bertentangan mengenai kapan SDF bisa merebut kantong pertahanan terakhir ISIS.

Koalisi pimpinan AS yang memerangi ISIS mengatakan, para milisi "paling militan" tetap berada di dalam Baghuz.

SDF mengatakan kelompok itu menunggu konfirmasi semua warga sipil keluar sebelum menyerbu Baghuz. 

"Pasukan kami mengatakan sejak awal bahwa mereka memiliki dua opsi: menyerah tanpa syarat atau melanjutkan pertempuran hingga akhir," kata juru bicara SDF, Mustafa Bali, sebagaimana dikuip Reuters, Kamis (21/2/2019).

Sebanyak 2.000 orang diduga telah meninggalkan kantong pertahanan tersebut kemarin. Akan tetapi, juru bicara SDF lainnya, Adnan Afrin, mengatakan bahwa sejumlah milisi ISIS kedapatan menyusup dalam proses evakuasi.

"Warga sipil dan pejuang dari banyak negara telah menyerah," katanya, seraya menambahkan "ada sekelompok pejuang ISIS yang disembunyikan di antara warga sipil ... tetapi sejauh yang kami tahu, rekan-rekan kami telah menangkap mereka."

Pada Selasa (19/2/2019), PBB menyatakan sekitar 200 keluarga dicegah untuk pergi oleh milisi ISIS.

Kepala Badan Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet memperingatkan, warga sipil di daerah itu yang terperangkap bakal menjadi sasaran pemboman udara dari koalisi pimpinan AS dan sekutu pasukan Suriah.

"Warga sipil terus digunakan sebagai bidak oleh berbagai pihak," kata Bachelet.

Dia menyerukan kepada para pejuang untuk membiarkan para warga sipil melakukan perjalanan secara aman. Tidak lama kemudian, iring-iringan sekitar 50 truk tiba di pinggir desa untuk membantu mereka keluar. Ribuan orang yang melarikan diri dalam beberapa pekan terakhir telah dibawa oleh SDF ke sebuah kamp darurat untuk para pengungsi di al-Hol, di Provinsi Hassakeh.

Di antara mereka adalah istri dan anak-anak dari militan ISIS dan banyak warga negara asing, termasuk remaja Inggris Shamima Begum, yang berusia 15 tahun ketika dia melarikan diri dari rumahnya untuk bergabung dengan ISIS empat tahun lalu.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suriah, ISIS

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top