Putri Ubolratana, Kakak Raja Thailand Batal Maju sebagai Perdana Menteri

Partai politik Thai Raksa Chart memutuskan untuk membatalkan pencalonan Putri Ubolratana, kakak Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, sebagai perdana menteri dalam pemilihan umum Maret mendatang. Langkah ini diambil setelah Raja Thailand menyatakan ketidaksetujuan atas pencalonan tersebut.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 Februari 2019  |  10:05 WIB
Putri Ubolratana, Kakak Raja Thailand Batal Maju sebagai Perdana Menteri
pencalonan Putri Ubolratana Rajakanya sebagai perdana menteri Thailand batal setelah ditentang Raja - Reuters/Christian Hartmann

Bisnis.com, JAKARTA - Partai politik Thai Raksa Chart memutuskan untuk membatalkan pencalonan Putri Ubolratana, kakak Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, sebagai perdana menteri dalam pemilihan umum Maret mendatang. Langkah ini diambil setelah Raja Thailand menyatakan ketidaksetujuan atas pencalonan tersebut.

"Thai Raksa Chart akan mematuhi perintah kerajaan," tulis partai tersebut dalam sebuah pesan untuk wartawan sebagaimana dilansir Channel News Asia, Minggu (10/2/2019).

Dalam pernyataan tersebut, Partai Thai Raksa Chart juga menyatakan kesiapan mereka untuk melaksanakan tugas dan menghormati "tradisi dan adat kerajaan" sebagaimana diatur dalam konstitusi Thailand.

Dengan dikeluarkannya pernyataan ini, pencalonan Putri Ubolratana sebagai perdana menteri pun secara otomatis batal. Pencalonan yang diumumkan pada Jumat (8/2/2019) itu memang mengejutkan banyak pihak. Raja Thailand Maha Vajiralongkorn bahkan mendeskripsikan pencalonan itu sebagai suatu hal yang "tak pantas" dan bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut konsitusi.

Thailand sendiri adalah negara monarki konstitusional yang memiliki hukum lese majeste terkuat di dunia. Meski raja tak memiliki pengaruh politik dalam pemerintahan, apapun yang ia perintahkan harus dipatuhi dan segala bentuk penghinaan, ancaman, dan pembangkangan akan menuai hukuman berat.

Analis politik telah memperingatkan sebelumnya bahwa pernyataan istana bakal menghalangi peluang Putri Ubolratana untuk terjun ke dunia politik.

"Ketidaksetujuan istana bakal membatalkan pencalonannya," kata Puangthong Pawakapan, profesor ilmu politik di Universitas Chulalongkorn, sebelum Partai Thai Raksa Chart mengumumkan keputusan mereka.

Menyusul pernyataan resmi kerajaan, putri berusia 67 tahun itu sempat menyampaikan pesan untuk para pendukungnya pada Sabtu (9/2/2019) melalui akun Instagram.

Meski tak secara gamblang mengarahkannya pada pihak istana, ia mengungkapkan harapannya supaya Thailand bisa "bergerak maju".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
thailand

Sumber : Channel News Asia

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top