Raja Thailand Tak Restui Pencalonan Kakaknya sebagai Perdana Menteri

Ubolratana melepas status ningratnya pada 1972 ketika ia memutuskan untuk menikah dengan warga biasa berkewarganegaraan Amerika Serikat, Peter Jensen. Kendati demikian, keluarga kerajaan tetap menganggapnya sebagai anggota. Ia bahkan diterima ketika Ubolratana kembali ke Thailand pada 1998 setelah bercerai dengan Jensen.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 09 Februari 2019  |  07:39 WIB
Raja Thailand Tak Restui Pencalonan Kakaknya sebagai Perdana Menteri
Putri Ubolratana Rajakanya, secara resmi mencalonkan diri sebagai perdana menteri Thailand - Reuters/Christian Hartmann

Bisnis.com, JAKARTA - Raja Thailand Maha Vajiralongkorn menyatakan ketidaksetujuannya atas pencalonan sang kakak, Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi (67) sebagai perdana menteri dalam pemilihan umum Maret mendatang. Pernyataan ini diprediksi bakal mempersulit langkah partai pengusungnya, Thai Raksa Chart untuk menggusur dominasi militer di pemerintahan.

"Keterlibatan anggota keluarga kerajaan dalam dalam politik, melalui cara apapun, bertentangan dengan tradisi, adat, dan budaya negara ini dan saya anggap sebagai sesuatu yang tak pantas," tulis Raja Vajiralongkorn dalam pernyataan resmi kerajaan yang ditayangkan secara nasional, Jumat malam (8/2/2019).

Putri Ubolratanan dicalonkan oleh Partai Thai Raksa Chart besutan para loyalis keluarga mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra dan Yingluck Shinawatra. Kedua pemimpin pemerintahan Thailand itu lengser setelah dikudeta militer atas dasar penghinaan pada keluarga kerajaan.

Melansir Reuters, Raja Vajiralongkorn dalam pernyataannya juga mengutip sepenggal aturan dalam konstitusi yang menegaskan bahwa keluarga kerajaan berada di atas politik dan memiliki posisi netral.

"Semua anggota keluarga kerajaan harus menaati prinsip tersebut dan tidak bisa turut serta dalam kegiatan politik karena bertentangan dengan maksud dari konstitusi," sambungnya.

Konstitusi Thailand mengatur hukuman bagi siapa pun yang melakukan penghinaan dan ancaman kepada raja dan ratu Thailand beserta keturunannya. Akibat hukum ini, keluarga kerajaan menjadi kebal terhadap kritik, termasuk Ubolratana meskipun ia telah melepas statusnya sebagai putri kerajaan.

Ubolratana melepas status ningratnya pada 1972 ketika ia memutuskan untuk menikah dengan warga biasa berkewarganegaraan Amerika Serikat, Peter Jensen. Kendati demikian, keluarga kerajaan tetap menganggapnya sebagai anggota. Ia bahkan diterima ketika Ubolratana kembali ke Thailand pada 1998 setelah bercerai dengan Jensen.

Hal ini pun dipertegas dalam pernyataan pihak kerajaan. Ubolratana tetap merupakan "bagian dari dinasti Chakri" yang berarti ia adalah anggota keluarga dan seharusnya menaati hukum Thailand yang berlaku.

Putri Ubolratana adalah anak tertua dari mendiang Raja Bhumibol Adulyadej dan Ratu Sirikit. Ia memili tiga adik, yaitu Raja Maha Vajiralongkorn, Putri Maha Chakri Sirindhorn, dan Putri Chulaborn.

Pencalonannya datang setelah masa berkabung Raja Bhumibol, yang wafat pada 2016 berakhir. Adik lelakinya yang meneruskan takhta akan dinobatkan sebagai raja pada Mei mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
thailand

Sumber : Reuters

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top