Aktivitas Terkini Gunungapi Karangetang: Ada Potensi Besar Guguran Lava maupun Awan Panas

Guguran tersebut berpotensi terjadi dari puncak Kawah Dua ke arah Baratlaut-Utara sejauh lebih dari 3.000 m dan kemungkinan dapat menjangkau pemukiman penduduk.
Anitana Widya Puspa | 06 Februari 2019 20:09 WIB
Gunung api Karangetang saat mengeluarkan awan panas di Ulu Siau, kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Selasa (12/5/2015). - Antara/Fiqman Sunandar

Bisnis.com, JAKARTA-- Aktivitas terkini Gunungapi Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, , Rabu (6/2/2019), mengindikasikan adanya potensi besar landaan guguran lava maupun awan panas guguran.

Guguran tersebut berpotensi terjadi dari puncak Kawah Dua ke arah Baratlaut-Utara sejauh lebih dari 3.000 m dan kemungkinan dapat menjangkau pemukiman penduduk.

Pemantauan visual dari Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang, pada 2 Februari 2019 mengindikasikan adanya potensi perluasan area landaan guguran lava maupun awan panas guguran.

Kepala Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kasbani mengatakan saat ini guguran lava maupun awan panas guguran teramati keluar dari Kawah Dua mengarah ke Kali Sumpihi (barat) sejauh lebih kurang 1.000 meter, ke Kali Batuare (Baratlaut-Utara) sejauh lebih kurang 1000 sampai 2000 meter, dan ke kali Malebuhe (Baratlaut-Utara) sejauh lebih kurang 2500 sampai 2900 m.

“Jangkauan guguran lava maupun awan panas guguran dapat bertambah jika migrasi magma ke permukaan terus terjadi. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah timur dan barat laut,”ungkapnya melalui keterangan resmi Rabu (6/2/2019).

Kasbani menambahkan, saat ini erupsi yang paling mungkin terjadi di Gunung Karangetang dapat bersifat efusif (guguran lava & awan panas guguran) hingga eksplosif strombolian (lontaran batu/lava pijar disertai abu). Namun, Kemungkinan untuk terjadinya erupsi eksplosif skala besar saat ini masih kecil.

Menurut pengamatan PVMBG, dari kemarin, Selasa (5/2) hingga Rabu pagi ini, visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 100 meter dari puncak. Angin bertiup lemah ke arah tenggara dan baratdaya.

Suara gemuruh lemah sampai agak kuat sesekali terdengar pengamatan dari laut depan kampung batubulan teramati ujung tumpukan/leleran lava lk 3475 m dari puncak kawah II, dari ujung/ samping leleran terjadi longsoran material yg menimbulkan kepulan asap kecoklatan/kelabu kehitaman tebal.

Melalui rekaman seismograf tanggal 5 Februari 2019 tercatat:

  • 55 kali gempa Guguran
  • 55 kali gempa Hembusan
  • 47 kali gempa Hybrid
  • 4 kali gempa Tektonik Jauh
  • Tremor Menerus dengan amplitudo 0,25 mm, dominan 0,25 mm

Pengamatan visual menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Karangetang saat ini berpusat di Kawah 2 (kawah Utara). Pasca penurunan kegempaan frekuensi tinggi, transisi terjadi dengan kegempaan frekuensi rendah berupa tremor harmonik maupun kegempaan akibat aktivitas permukaan seperti hembusan dan guguran mengalami peningkatan.

"Pemantauan visual terkini mengindikasikan adanya potensi perluasan area landaan guguran lava maupun awan panas guguran. Saat ini aliran lava maupun awan panas guguran teramati keluar dari Kawah 2 mengarah ke Kali Sumpihi (sebelah Barat dari Kawah 2) sejauh lebih kurang 700 sampai 1.000 meter dan ke Kali Batuare (sebelah Baratlaut dari Kawah 2) sejauh lebih kurang 1000 sampai 2000 meter," terang Kasbani.

"Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Sitaro tentang penanggulangan bencana erupsi Gunungapi Karangetang," ujar Kasbani.

Tag : erupsi, gunung karangetang
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top