Dihadiri 135.000 Orang, Paus Fransiskus Pimpin Misa Terbesar di Semenanjung Arab

Sekitar 135.000 umat Kristiani berkumpul di stadion Zayed Sports City di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab (UEA), untuk melihat Paus pada Selasa (5/2/2019).
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 05 Februari 2019  |  16:17 WIB
Dihadiri 135.000 Orang, Paus Fransiskus Pimpin Misa Terbesar di Semenanjung Arab
Paus Fransiskus menyapa umat Kristiani yang menghadiri Misa di stadion Zayed Sports City di Abu Dhabi - Reuters/Ahmed Jadallah

Bisnis.com, JAKARTA — Paus Fransiskus menjadi pemimpin umat Katolik pertama yang memimpin misa akbar di Semenanjung Arab.

Sekitar 135.000 umat Kristiani berkumpul di stadion Zayed Sports City di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab (UEA), untuk melihat Paus pada Selasa (5/2/2019). Paus tengah berada di negara Teluk Arab itu dalam sebuah kunjungan bersejarah untuk mempromosikan dialog antaragama.

“Bagi saya sebagai seorang Kristen, ini adalah salah satu hari terpenting dalam hidup saya,” kata Thomas Tijo (44) sebagaimana dilansir Reuters. Ia datang khusus dari negara bagian Kerala, India untuk momen langka ini.

“Kami begitu jauh dari rumah dan misa ini membuat hati nyaman. Saya akan mendengar dengan sangat cermat apa yang dikatakan Paus," sambung Tijo sembari menggendong putranya yang berusia 3 tahun.

UEA adalah rumah bagi sekitar setengah dari 2 juta umat Katolik ekspatriat. Negara ini bertetangga dengan negara tempat lahirnya Islam, Arab Saudi.

Ribuan orang tampak bersorak dan mengibarkan bendera Vatikan. Mereka berjajar di pintu masuk stadion untuk menyambut Paus yang datang dengan mobil jip berwarna putih. Masjid Agung Syekh Zayed di kota itu terlihat dari kejauhan.

Umat Katolik dari sekitar 100 negara diperikirakan hadir di Misa itu bersama dengan sekitar 4.000 Muslim, termasuk pejabat pemerintah, kata panitia.

Paus, yang tiba pada Minggu (3/2/2019) atas undangan Putra Mahkota telah menggunakan kunjungan ini sebagai kesempatan untuk mengutuk perang yang terjadi di Timur Tengah, termasuk di Yaman. Ia juga menyerukan kerja sama yang lebih kuat antara umat Kristiani dan Muslim.

UEA sendiri dinilai oleh para imam agama dan diplomat asing sebagai salah satu negara Teluk yang tidak membatasi peribadatan Kristen. Berbeda dengan kebanyakan negara di Jazirah Arab, otoritas UEA mengizinkan umat Kristiani beribadah di kompleks gereja dengan izin khusus. UEA hanya melarang pertemuan agama yang tidak sah dan non-Muslim dilarang melakukan berdakwah secara terbuka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
paus fransiskus, uni emirat arab

Sumber : Reuters

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top