Menteri Filipina Ungkap Terduga Pelaku Bom Gereja di Kota Jolo Pasutri Warga Indonesia

Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano mengungkap identitas WNI yang diyakini menjadi pelaku bom bunuh diri di gereja kota Jolo beberapa hari lalu. Terduga pelaku ledakan bom itu adalah pasangan suami istri (pasutri) warga negara Indonesia.
Iim Fathimah Timorria | 02 Februari 2019 07:51 WIB
Situasi salah satu gereja di Kota Jolo setelah jadi target serangan bom pada Minggu (27/1/2019) - Militer Filipina via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano mengungkap identitas WNI yang diyakini menjadi pelaku bom bunuh diri di gereja kota Jolo beberapa hari lalu. Terduga pelaku ledakan bom itu adalah pasangan suami istri (pasutri) warga negara Indonesia.

"Ada dua warga negara asing yang terlibat dalam pengeboman dan mereka dibimbing oleh Abu Sayyaf, mereka mungkin sudah mempelajari target sebelum meledakkan bom," kata Ano kepada CNN Filipina pada Jumat malam (1/2/2019).

Tanpa menyebutkan sumber dan saksi mata yang memperkuat informasi yang ia sampaikan, Ano mengungkapkan pelaku dua ledakan bom bunuh diri itu adalah pasangan suami istri dari Indonesia. Ia mengatakan mereka kerap disangka sebagai warga Malaysia.

"Saya yakin mereka berasal dari Indonesia," katanya meyakinkan.

Ano mengidentifikasi pria pelaku bom bunuh diri tersebut sebagai Abu Huda. Ia menyebutkan Abu Huda telah lama menetap di Provinsi Sulu.

"Istrinya datang beberapa hari sebelum ledakan pada 27 Januri di Gereja Katedral Our Lady of Mt. Carmel," katanya tanpa menyebut nama istri Abu Huda.

Ano mengatakan bahwa seorang teroris lokal dengan nama alias "Kamah" yang merupakan anggota kelompok Ajang-Ajang, bertindak sebagai pemandu pasangan Indonesia.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia hingga Jumat malam belum bisa mengonfirmasi kemungkinan keterlibatan WNI dalam aksi teror tersebut.

Mengutip informasi terakhir yang diterima dari Kepolisian Nasional Filipina (PNP) dan komando militer Western Mindanao Command (Westmincom), juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir menyebutkan bahwa pelaku pengeboman Jolo belum teridentifikasi identitas dan kewarganegaraannya.

Tag : filipina, bom, teroris
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top