Temui Kelompok Ibu Penerima Modal Usaha, Presiden Jokowi Ingatkan Soal "Branding" Produk

Presiden Joko Widodo menemui kelompok ibu-ibu yang menjadi peserta program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Lapangan Cepoko, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (1/2/2018).
Yodie Hardiyan | 01 Februari 2019 18:41 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA--- Presiden Joko Widodo menemui kelompok ibu-ibu yang menjadi peserta program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Lapangan Cepoko, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (1/2/2018).

Mekaar merupakan program pinjaman untuk usaha mikro yang dikelola oleh PNM yang merupakan BUMN keuangan non-bank. Pinjaman diberikan kepada para perempuan yang membutuhkan modal usaha.

Saat berdialog dengan peserta program Mekaar, Presiden Jokowi mengingatkan hal penting dalam produk adalah "branding", selain juga soal harga. Presiden meminta supaya produk yang dihasilkan oleh ibu-ibu peserta program Mekaar diberi merk saat dijual ke masyarakat.

“Nama itu penting. Didesain yang bagus, kemudian diberi nama terus ada gambarnya. Ini penting, setiap produk harus diberi nama yang bagus,” kata Presiden seperti dikutip dari keterangan tertulis yang dilansir laman Sekretariat Kabinet.

Sampai saat ini, terdapat 4.184.889 peserta program Mekaar binaan PNM dengan nilai pinjaman sebesar Rp2 juta-Rp4,5 juta. Tingkat kredit macet sekitar 0,1%. Di Jawa Timur, jumlah peserta program Mekaar sebanyak 910.555 per 31 Januari 2019.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan pinjaman program Mekaar diberikan karena ibu-ibu dianggap dapat dipercaya. Oleh karena itu, Presiden mengingatkan kepada para peserta program Mekaar agar menjaga kepercayaan tersebut.

“Kepercayaan itu yang harus dijaga. Kalau tidak dijaga, sulit akan diberikan pinjaman seperti ini,” ujar Presiden.

Presiden juga mengingatkan agar peserta program Mekaar bisa mencicil pinjamannya secara disiplin dengan menabung sedikit demi sedikit.

“Yang ketiga kerja keras. Kalau kita memiliki usaha tanpa dibarengi usaha kerja keras, lupakan untuk bisa maju. Harus dengan kerja keras,” tutur Presiden.

Di samping itu, Presiden juga mengingatkan soal pembukuan agar uang yang masuk dan keluar dapat dicatat oleh pengelola usaha.

Dalam acara itu, Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. 

Tag : jokowi
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top