Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Intelijen AS: Korut Tak Mungkin Serahkan Semua Senjata Nuklirnya

Laporan intelijen Amerika Serikat menyebut bahwa Korea Utara (Korut) tidak mungkin menyerahkan senjata nuklir mereka sepenuhnya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  12:10 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi Hotel Marina Bay Sands di Singapura, 11 Juni 2018. - Reuters
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi Hotel Marina Bay Sands di Singapura, 11 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Laporan intelijen Amerika Serikat menyebut bahwa Korea Utara (Korut) tidak mungkin menyerahkan senjata nuklir mereka sepenuhnya.

Dalam presentasi di hadapan para anggota Senat AS, Direktur Intelijen Nasional, Dan Coats, dan petinggi badan intelijen lainnya memaparkan kepemilikan senjata nuklir "sangatlah penting bagi keberadaan rezim" Korut.

Menurut laporan intelijen tersebut, Korea Utara "kemungkinan tidak menyerahkan" pasokan senjata. Selain itu, rezim tersebut memproduksi senjata saat merundingkan "langkah-langkah denuklirisasi parsial guna memperoleh konsesi penting dari AS dan internasional". 

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Pemimpin Korut, Kim Jong-un, pada Februari mendatang.

Pertemuan itu merupakan yang kedua setelah tatap muka di Singapura, Juni 2018, untuk merundingan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Meski demikian, topik itu hanya mengalami sedikit kemajuan sejak pertemuan tersebut.

Laporan intelijen bertajuk 'Tinjauan Ancaman Dunia' itu juga menyoroti berkembangnya ancaman dari Cina dan Rusia yang "semakin sejalan sejak pertengahan 1950-an" sebagaimana dikutip BBC.com, Rabu (30/1/2019).

 Kedua negara disebutpunya kemampuan "mata-mata siber" canggih, yang mungkin bakal digunakan untuk mempengaruhi Pemilihan Presiden AS 2020.

 Di Timur Tengah, laporan intelijen AS menyebut kelompok ISIS belum dikalahkan, walau Trump mengatakan sebaliknya.

Kendati kemungkinan tidak bertujuan mengambil wilayah baru, laporan itu menyebut ISIS akan mencoba "mengeksploitasi ketidakpuasan kaum Sunni, ketidakstabilan masyarakat, dan pasukan keamanan yang lemah untuk mengambil alih wilayah di Irak dan Suriah dalam jangka panjang".

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat korut
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top