Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tolak Atlet Israel, Malaysia Dicoret sebagai Tuan Rumah Ajang Renang Dunia

IPC memutuskan mencoret Malaysia sebagai tuan rumah setelah negara tersebut mengeluarkan kebijakan larangan atlet Israel masuk ke negara itu
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 28 Januari 2019  |  19:26 WIB
Menara Petronas Ikon Malaysia. - asianpicture.com
Menara Petronas Ikon Malaysia. - asianpicture.com

Bisnis.com, JAKARTA - Komite Paralimpiade Internasional memutuskan mencoret Malaysia sebagai tuan rumah ajang World Para Swimming Championship 2019 setelah negara tersebut melarang partisipasi atlet asal Israel.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada pekan lalu mengeluarkan pernyataan yang melarang atlet Israel untuk masuk negaranya. Langkah itu diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap penduduk Palestina yang menurur Mahathir merupakan korban tindak kriminal Israel.

Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Israel langsung mengeluarkan kecaman dan mengatakan bahwa Malaysia telah melanggengkan kebijakan anti-semitisme.

"Jika negara tuan rumah tak menyertakan atlet dari negara tertentu atas dasar politik, maka kami tak punya alternatif lain kecuali mencari tuan rumah baru," kata Presiden IPC Andrew Parsons sebagaimana diwartakan BBC, Senin (28/1/2019).

Parsons menambahkan seluruh kejuaraan dunia seharus terbuka bagi semua atlet yang memenuhi syarat, terlepas dari negaranya untuk berkompetisi dengan aman dan lepas dari diskriminasi.

IPC menyatakan Dewan Paralimpiade Malaysia sejatinya telah memastikan pada 2017 semua atlet yang memenuhi syarat akan diizinkan berlaga di Kuching. Namun seiring perubahan kepemimpinan politik di Malaysia, kebijakan tersebut pun berubah.

"Politik dan olahraga bukanlah kombinasi yang baik dan kami kecewa para atlet Israel tak diizinkan berkompetisi di Malaysia," tambah Parsons.

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq memberi pembelaan atas kebijakan negaranya itu.

Kepada BBC, Saddiq mengatakan Malaysia akan kehilangan nilai moralnya jika lebih memilih tetap menyelenggarakan gelaran olahraga internasional dibanding membela kepentingan umat muslim di Palestina yang menjadi korban Israel setiap saat.

World Para Swimming Championship 2019 sedianya digelar di Sarawak pada 29 Juli hingga 4 Agustus mendatang. Pertandingan dalam turnamen itu akan menjadi ajang kualifikasi bagi atlet peserta Paralimpiade Tokyo 2020.

IPC menyatakan pihaknya saat ini telah mempertinmbangkan sejumlah tuan rumah alternatif. Mereka optimistis pertandingan akan berlanjut sesuai jadwal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia israel
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top