Sinyal CVR Lion Air PK-LQP Tinggal 12 Hari lagi:  KRI Spica Bermanuver  18 Km di Utara Tanjung Pakis

KRI Spica hari ini, Jumat (11/1/2019), terpantau tengah bermanuver 18 kilometer di sebelah utara Pantai Tanjung Pakis, Karawangg,  Jawa Barat dalam upayanya untuk  mencari CVR (cockpit voice recorder) pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan itu 29/10/2018.
Sutarno | 11 Januari 2019 10:40 WIB
KRI Spica bermanuver 18 mil di sebelah utara Pantai Tanjung Pakis pada Jumat pagi (11/1 - 2019) untuk mencari VCR (voice cockpit Recorder) Lion Air PK/LQP yang jatuh di perairan itu 29 Oktober 2018. Foto: data dari MarineTraffic

Bisnis.com, JAKARTA – KRI Spica hari ini, Jumat (11/1/2019), terpantau tengah bermanuver 18 kilometer di sebelah utara Pantai Tanjung Pakis, Karawangg,  Jawa Barat dalam upayanya untuk  mencari CVR (cockpit voice recorder) pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan itu 29/10/2018.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melanjutkan pencarian VCR Lion Air PK-LQP dengan mendapatkan bantuan dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

TNI AL mengerahkan KRI Spica untuk mencari VCR Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 rute  Jakarta—Pangkalpinang jatuh di sebelah utara Pantai Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang Jawa Barat pada hari Senin (29/10/2018).

KRI Spica memulai pencarian VCR itu Selasa (8/1/2018) dan berdasarkan pantauan bisnis dari data MarineTraffic hari ini Jumat (11/1/2019) sekitar pukul 8.22 WIB, KRI Spica bermanuver di titik 18 kilometer sebelah utara Pantai Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Menurut Data MarineTraffic, pada waktu itu KRI Spica berada di 05 derajad 48’45,92 Lintang Selatan dan 107 derajat 07’37,19 Bujur Timur atau berjarak sekitar 18 kilometer dari Pantai Tanjung Pakis.

KRI Spica berangkat dari Dermaga JICT Tanjung Priok 8 Januari 2019 untuk memulai misi pencarian VCR (voice cockpit Recorder) Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan itu 29 Oktober 2018. Foto: KNKT

Keterangan tertulis  Pushidrosal tertanggal 8/1/2019 menyebutkan KRI Spica-934 yang memiliki peralatan bawah air dengan teknologi canggih ini untuk terus mencari keberadaan CVR yang sampai saat ini belum diketemukan dengan membawa alat yang lengkap seperti Multibeam Echosounder (MBES), Sub Bottom Profiling (SBP), Magnetometer, Side Scan Sonar, ADCP, serta peralatan HIPAP yang mampu mendeteksi sinyal dari black box dari Lion JT-610.

"Selain peralatan tersebut KRI Spica-934 juga membawa ABK sebanyak 55 orang, personel KNKT 9 orang, penyelam TNI AL 18 orang, serta 'Scientist' 6 orang," tutur Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro.

Dia menambahkan waktu yang tersisa tinggal tersisa lebih kurang 15 hari lagi dari 8/1/2019."Kita akan fokuskan pencarian selebar 5 x 5 meter, di sekitar titik diperkirakan keberadaan keberadaan CVR," lanjut Harjo.

Jika dihitung dari hari ini Jumat (11/1/2019), maka hanya tersisa 12 hari lagi bagi KRI Spica untuk bisa menangkap sinyal  CVR Lion Air PK-LQP.

Tag : lion air jatuh
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top