China Loloskan 80 Judul Video Games Baru

Pemerintah China telah menyetujui 80 judul video Game baru dalam batch pertama lisensi yang diberikan oleh otoritas media setelah berakhirnya periode pembekuan selama sembilan bulan.
Renat Sofie Andriani | 31 Desember 2018 09:24 WIB
Loading the player ...
Cuplikan permainan Call of Duty, koleksi games dari Tencent Holdings Ltd. Video koleksi Tencent di Youtube

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah China telah menyetujui 80 judul  video games baru dalam batch pertama lisensi yang diberikan oleh otoritas media setelah berakhirnya periode pembekuan selama sembilan bulan.

Video games tersebut sebagian besar adalah judul lokal dan tidak mencakup produksi raksasa dalam industri ini, baik itu Tencent Holdings Ltd ataupun Netease Inc. Pengumuman perihal persetujuan diunggah secara online oleh State Administration of Pers, Publication, Radio, Film, and Television China.

Industri games China, yang menghasilkan pendapatan lebih dari US$30 miliar, harus terpukul tahun ini setelah pihak regulator membekukan proses persetujuan untuk gim-gim baru, sehingga berdampak pada kinerja keuangan perusahaan terkait.

Langkah tersebut di antaranya memukul kinerja Tencent dengan menyebabkan penurunan laba pertama perusahaan dalam setidaknya satu dekade sekaligus menghapus sekitar US$200 miliar dari nilai pasarnya sejak puncak yang dibukukan pada Januari.

Namun, saham Tencent dan perusahaan-perusahaan sejenis mulai dari Korea Selatan hingga Jepang menguat setelah China Securities Journal melaporkan bahwa pihak regulator telah meninjau dan meloloskan batch awal  online games.

“Kendati Tencent dan Netease tidak berada dalam batch awal persetujuan, kedua perusahaan mendapatkan manfaat dari hal ini,” terang Karen Chan, seorang analis Jefferies, seperti dilansir dari Bloomberg.

Langkah pembekuan yang berasal dari kampanye pemerintah China untuk memerangi kecanduan game dan perombakan regulator, sebelumnya telah menimbulkan ketidakpastian atas bisnis utama Tencent.

Perusahaan game dan media sosial terbesar di China ini disebut-sebut harus memangkas anggaran pemasarannya untuk mengatasi kondisi lesunya bisnis.

Tag : video game
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top